11 Penghuni Lapas Kelas II B Takengon Kabur

Posted by on Feb 25, 2019 | Leave a Comment

Kepala Rutan kelas IIB Takengon, Sugiyanto, mengamati sel karantina yang dijebol 11 tahanan untuk melarikan.

Kepala Rutan kelas IIB Takengon, Sugiyanto, mengamati sel karantina yang dijebol 11 tahanan untuk melarikan.

Takengon – KoranAntiKorupsi Dengan cara menjebol plafon dan merusak jeruji besi jendela, Sebanyak 11 penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Takengon, berhasil kabur pada kamis dini hari kemarin.

Sebelas penghuni Rutan yang kabur, sembilan orang berstatus narapidana dan dua lainnya berstatus tahanan Pengadilan Negeri (PN) setempat. kejadian tersebut  baru diketahui saat pagi hari kata Kepala Rutan IIB Takengon, Sugiyanto SH.

Namun pihak Rutan telah berkoordinasi dengan kepolisian serta jajaran TNI setempat, untuk memburu mereka. Menurut Sugiyanto, sebelas tahanan yang kabur merupakan penghuni sel karantina.

Cara mereka melarikan diri, menggunakan kain sarung yang disambung untuk memanjat dinding.
Setelah berhasil memanjat dinding, mereka merusak plafon sel karantina.

Dari plafon sel karantina, mereka menuju ruang bendahara. Di ruang bendahara, mereka merusak jeruji jendela, dan langsung kabur,” jelas Sugiyanto.

Anehnya, aksi ini tidak diketahui oleh petugas Rutan. Padahal pada saat kejadian, ada sekitar 7 sipir  yang bertugas menjaga Rutan. Tidak seorang petugas pun yang tahu, kaburnya tahanan tersebut. Peristiwa ini baru diketahui setelah subuh,” ujarnya.

Tahanan yang kabur bernama Zuhri bin Jamil, dan Supri Arianto bin Kamaruddin yang tersangkut kasus narkoba. Keduanya, merupakan tahanan PN Takengon yang masih menunggu putusan pengadilan.

Sementara  sembilan orang yang telah berstatus narapidana yaitu Dedi Setiawan bin Marzuki, Yusriadi bin Zainuddin, Ewin Ag bin M Nasir, dan Nurman bin Yusuf. Selanjutnya, Sukri Agus bin M Taib, Kaslanto bin Sumawardi, Ihkwan bin Ariskana, Suardi alias Adi Andong, dan Fauzi bin Hamdan. Di dalam sel karantina itu ada sekitar 28 orang. Sebelas penghuninya kabur, dan sebagian memilih tetap tinggal di ruangan itu,” ungkap Sugiyanto.

Sementara itu 7 jam pasca kejadian, polres aceh tengah berhasil menangkap dua napi yang kabur didua tempat terpisah di kota Takengon  yaitu Dedi Setiawan dan Sukri Agus. Kini polisi masih terus memburu 9 napi yang belum tertangkap.ungkap kapolres Aceh Tengah Akbp Hairajadi SH. (YAN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here