2 PNS KSOP Tanjungbalai Resmi Jadi Tersangka Korupsi

Posted by on May 14, 2018 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Subdit III/Tipidkor Direkotrat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu, resmi menetapkan Juliansyah, Plh Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai-Asahan dan Muhammad Arif, Nakhoda Patroli Kapal Sar-01, Kantor KSOP Tanjungbalai-Asahan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi. Hal tersebut ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Toga Habinsaran, didampingi Kasubdit III/Tipidkor, AKBP Doni S Sembiring dan Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan di Poldasu, Jumat (11/5).

“Juliansyah melakukan pengutipan sebesar Rp8 juta untuk pengurusan surat ukur dalam negeri sementara, pas besar sementara dan sertifikat kelayakan dan pengawakan kapal penangkap ikan terhadap KM Jaya Sempurna II dan Kapal KM Jaya Sempurna III,” beber Kombes Toga.

“Sedangkan M Arif melalukan pengutipan untuk pengurusan grosse akta Kapal KM Jaya Sempurna II dan Kapal KM Jaya Sempurna III sebesar Rp6 juta,” imbuhnya. Berdasarkan peraturan pemerintah (PP) RI No15/2016 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, bahwa tarif yang berlaku pada Kementerian Perhubungan adalah untuk surat ukur dalam negeri sementara kapal 7 GT s/d 35 GT adalah Rp100 ribu, pas besar sementaara Rp150 ribu, sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan Rp75 ribu dan grosse Rp250 ribu.

“Jadi ditemukan adanya perbuatan melawan hukum (pungutan liar) pemerasan memaksa seseorang memberikan sesuatu di luar dengan aturan,” tegas Kombes Toga. Kedua tersangka, lanjut Toga, telah melanggar pasal tindak pidana korupsi pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang memberikan sesuatu yang dibayar sebagaimana dimaksud dalam 12 huruf (e) subs pasal 11 undang-undang RI No20/2001 tentang perubahan atas undang-undang No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHPidana.

Dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) ini, kepolisian telah memeriksa 5 saksi dan melakukan gelar perkara sehingga menetapkan kedua PNS KSOP Tanjungbalai-Asahan sebagai tersangka. “Kedua tersangka telah dilakukan penahanan dan saat ini kita (kepolisian) tahap melengkapi administrasi penyidikan dan melakukan pemberkasan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” pungkas mantan Dir Res Narkoba Poldasu tersebut.(IN/BBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here