Adik Gubernur Banten Bagi Hasil Korupsi ke Selebriti dan Politisi

Posted by on Feb 17, 2014 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos  Koruptor Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memang tak jauh beda dengan Robin Hood. Hasil kejahatannya dibagi-bagikan kepada orang lain.  Bedanya Robin Hood membagi kepada kaum duafa atau orang miskin di tengah hutan Sir Wood, sementara Wawan kepada sederet selebriti cantik serta politisi di daerahnya Banten.

Rabu (12/2), mobil yang disita KPK jenis Honda CR-V warna hitam, dengan pelat nomor B 287 SON, dari tangan   anggota DPRD Banten Fraksi Partai Demokrat, Sonny Indra Djaya, yang disita dari rumah Sony di Serang Banten.

Juga Honda CR-V hitam bernomor polisi B 710 MED dari anggota DPRD Banten, Media Warman. Mobil lain yang disita adalah Mercedes-Benz B 818 WWN dan Toyota Vellfire B 818 TTA dari kediaman Gunawan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kamis (13/2), KPK kembali menyita enam mobil. Keenam mobil itu adalah dua Toyota Vellfire, satu sedan BMW, dua Mitsubishi Pajero Sport, dan Suzuki AVP. Mobil-mobil itu ada yang disita dari Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin, dan dari karyawan perusahaan Wawan, PT Bali Pasific Pragama.

Bahkan dari sederet selebriti adalah sebuah mobil mewah Toyota Alphard Vellfire dari seorang artis dan model seksi Jeniffer Dunn warna putih dengan nomor polisi B 510 JDC, yang disita KPK dari rumah Jennifer di kawasan Bangka, Jakarta Selatan.

“KPK sudah menyita 27 mobil mewah bermerek seperti Lamborghini, Ferrari, Bentley, Rolls-Royce dan satu unit motor Harley Davidson yang diduga dibeli Wawan dari uang hasil tindak pidana korupsi dan pencucian uang hasil korupsi di daerah Banten,” papar Juru Bicara KPK Johan Budi SP di gedung KPK Jakarta, Kamis (13/2).

Johan melanjutkan penyidik KPK sudah menerima laporan hasil analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang dana dari tersangka Wawan, adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ke sejumlah artis.

“Sudah saya tanya (ke penyidik-Red), tetapi mungkin masih dalam pendalaman dan penelusuran lebih lanjut. Namun, bisa dipastikan belum berhenti, masih dilakukan asset tracing,” lanjut Johan.

Ditambahkan, selain melakukan penyitaan terhadap mobil-mobil mewah milik Wawan, penyidik KPK juga mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang untuk memperoleh informasi tentang sejumlah bidang tanah milik Wawan.

Wakil Ketua PPATK Agus Santoso tidak membantah aliran dana ke sederet selebriti dan politikus. Namun, PPATK sering kesulitan mengidentifikasi artis mana yang dikirimi uang melalui rekening oleh Wawan, sebab artis memiliki nama panggung yang berbeda dari nama sesungguhnya. Padahal, hasil LHA PPATK umumnya menemukan nama asli, bukan nama panggung.

“Artis memang agak susah karena pakai nama panggung, sedangkan data resmi pakai nama asli. PPATK, tidak memiliki wewenang menyelidiki apakah nama yang dicurigai menerima transfer uang dari tersangja Wawan tersebut benar-benar artis. PPATK hanya bertindak sebagai pemberi informasi, bukan penyidik,” ungkapnya. (endy)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here