Aksi 67: Adili Penista Agama

Posted by on Jul 09, 2018 | Leave a Comment

Jakarta -KoranAntiKorupsi Peserta Aksi 67 meminta kasus mengenai penistaan agama diusut sampai selesai dalam demonstrasi di depan Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Jumat (6/7).

“Penista agama belum ditangkap. Jangankan di penjara, dipanggil saja belum. Ini adil atau dzalim?” kata Habib Anis dalam orasinya yang dijawab peserta dengan dzalim.

Menurut dia, umat Islam akan merasa tidak tenang selama orang yang diduga melakukan penistaan agama seperti Sukmawati Sukarnoputri dibiarkan dan tidak diusut lebih lanjut.

Ia mengajak para peserta yang diperkirakan sebanyak 5.000 orang dengan berpakaian putih untuk terus berjuang sampai keadilan ditegakkan.

“Kita akan terus berjuang menegakkan keadilan melawan penista agama,” tutur Habib Anis.

Dalam kesempatan itu, ia menyebut mengenai ketidakpuasan pada pemerintah karena terdapat beberapa dugaan penistaan agama tidak kunjung diusut, seperti pidato kontroversi Calon Gubernur NTT Viktor Laiskodat serta akademisi De Armando.

Ia pun mengingatkan peserta mengenai isu ganti presiden karena ketidakpuasan pada pemerintah.

“Ada bilang jangan kampanye. Saya tidak kampanye, tidak menyebut nama calonnya,” ucap dia.

Ucapan yang sama juga disampaikan salah satu orator di atas Mobil Komando Ustaz Bernard Abdul Jabbar meminta keadilan agar kasus penistaan agama segera diproses dan mendesak Mendagri Tjahjo Kumolo dicopot.

Sekretaris Umum DPP PA 21 itu juga mengaku kecewa karena Bareskrim Polri menghentikan kasus ujaran kebencian dengan terlapor politikus NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Kasus-kasus yang terjadi hampir semua kasus diberhentikan oleh bareskrim termasuk kamo tanyakan tentang pemberian SP3 kepada Bu Sukmawati,” teriak dia diikuti sorakan kecewa peserta aksi.

Bernard juga mengatakan pihaknya bakal kembali melaksanakan aksi di depan Bareskrim apabila kasus-kasus penistaan agama tidak diproses oleh pihak kepolisian.

“Andai satu bulan belum ada tindakan apa-apa siap kembali ke sini?” Pekik dia

“Siap!” pekik peserta.

Peserta Aksi 67 sebelum menuju Kantor Bareskrim melakukan Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, dan melanjutkan aksi ke depan Kantor Kementerian Dalam Negeri untuk memrotes kebijakan Mendagri mengangkat polisi menjadi penjabat Gubernur Jawa Barat.(int)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here