Anggota DPRD Nias Utara Drs Foanoita Zai, Jadi Tersangka

Posted by on Jan 21, 2013 | Leave a Comment

HARDIK - Drs Foanoita Zai saat menghardik korban di gedung DPRD Nias Utara beberapa waktu yang lalu.

HARDIK – Drs Foanoita Zai saat menghardik korban di gedung DPRD Nias Utara beberapa waktu yang lalu.

Nias Utara -  Kpkpos Oknum anggota DPRD Kabupaten Nias Utara Drs Foanoita Zai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kapolres Nias sehubungan dengan kasus tindak pidana membuat perasaan tidak menyenangkan dan melakukan penghinaan terhadap korban Yulianus Harefa alias Ama Peter, wartawan salah satu media cetak terbitan Medan.

Kapolres Nias, Mardiaz Kusin Dwihananto SIk MHum yang dikonfirmasi KPK Pos di Mapolres, Senin, mengatakan tersangka oknum anggota DPRD Nias Utara sudah dipanggil guna menjalani pemeriksaan.

Tersangka diperiksa setelah turun surat izin dari Gubernur Sumatera Utara nomor : 170/12918 tanggal 12 November 2012 tentang persetujuan tertulis untuk melakukan pemanggilan, permintaan keterangan dan penyidikan terhadap Drs Foanoita Zai sebagai anggota DPRD Nias Utara.

Ketika wartawan KPK Pos melakukan pemantauan di Mapolres Nias pada, Senin, tersangka Drs Foanoita Zai datang ke Mapolres Nias mengendarai mobil dinas DPRD Nias Utara dengan nomor plat polisi : BB 119 Q didampingi tiga orang anggota DPRD Nias Utara masing-masing Asa’aro Lase, Imanuel Zebua, Agustimu Hulu.

Selanjutnya, mereka menghadap Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Arifeli Zega SH MM. Sekitar satu jam kemudian tersangka dan ketiga oknum anggota DPRD Nias Utara yang mendampingi tersangka keluar dari ruangan Kasat Reskrim dan menuju mobil dinas DPRD Nias Utara untuk pulang, tanpa ada pemeriksaan yang dilakukan Reskrim Polres Nias.

Ketika KPK Pos hendak menjumpai Kasat Reskrim Polres Nias untuk mempertanyakan kenapa tersangka Drs Foaanoita Zai tidak jadi diperiksa, namun  tiba-tiba Kasat  keluar dari ruangannya menuju ruang kerja Kapolres Nias sehingga tidak sempat dikonfirmasi.

Ketua Umum Gabungan Wartawan Kepulauan Nias, Johan Wa’u saat diminta tanggapannya oleh KPK Pos mengatakan, Kapolres Nias harus segera menahan tersangka Drs Foanoita Zai agar tidak diintervensi oleh pihak lain.

“Menurut pengamatan saya, dengan didampinginya tersangka oleh sejumlah oknum anggota DPRD Nias Utara, hal ini merupakan suatu gambaran bahwa dalam kasus ini akan ada intervensi pihak-pihak tertentu,” katanya.

Menyinggung tindakan oknum anggota DPRD Nias Utara Drs Foanoita Zai yang sengaja menghalang-halangi tugas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, maka menurut Johan Wa’u yang juga sebagai Pemimpin Umum /Pemred Media Nusantara Medan, bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran Undang-Undang Pers No. 40 tahun 1999.

Korban, Yulianus Harefa, wartawan Merdeka News nyang dikonfirmasi KPK Pos di Mapolres Nias pada hari yang sama mengatakan, kasus tersebut terjadi ketika korban bersama rekan-rekan pers lainnya hendak melakukan audensi sekaligus konfirmasi kepada Ketua DPRD Nias Utara untuk mempertanyakan tentang sejumlah kasus yang terjadi di Pemkab Nias Utara.

Ketika hendak memasuki ruangan DPRD Nias Utara, mereka (rekan-rekan pers) dihadang beberapa oknum pegawai Satpol PP yang bertugas di sana.

Tidak lama kemudian dari dalam ruangan muncul oknum anggota DPRD Nias Utara, Drs Foanoita Zai langsung mendekati para wartawan dan mengayunkan tinjunya di depan Yulianus Harefa, sambil mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak senonoh dan tak sepentasnya diucapkan oleh seorang wakil rakyat.

“Perbuatan oknum anggota DPRD Nias Utara Drs Foanoita Zai dinilai kurang ber-etika, maka kasus ini kami laporkan ke Polres Nias, 30 April 2012, namun kasus ini sempat terkendala beberapa bulan karena izin pemeriksaan tersangka dari Gubsu belum turun. Diharapkan kepada Kapolres Nias agar kasus ini dituntaskan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Nias Utara yang tidak disebut namanya mengatakan, Drs Foanoita Zai selama menjadi anggota DPRD dengan tiga periode mulai dari Kabupaten Nias sebelum adanya pemekaran, dinilai cukup idealis dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Namun, setelah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Nias Utara setelah adanya pemekaran, maka idealismenya tiba-tiba turun drastis mungkin karena beliau merupakan tim sukses Bupati Nias Utara Eduard Zega BSc sehingga kalau ada elemen masyarakat yang mengeritik kebijakan dari kinerja Bupati Nias Utara maka yang bersangkutan bagaikan cacing kepanasan.

“Atas sikap dan arogansinya tersebut kami masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap beliau,” ucap sumber. (Yagi/Yan.Z)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here