Aqua Didenda KPPU Sebesar Rp13,8 Miliar

Posted by on Dec 26, 2017 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos Produk minuman air mineral dalam kemasan (AMDK) dengan merek Aqua yang diproduksi oleh PT Tirta Investama (TIV) dinyatakan bersalah oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) lantaran telah  melakukan praktek monopoli atau persaingan usaha yang tak sehat.

Selain itu pihak perusahaan distributor Aqua yakni PT Balina Agung Perkasa (BAP) juga dikenai pasal serupa dari KPPU. Atas perbuatannya,  kedua perusahaan tersebut dikenai denda yang cukup berat.

“Atas kesalahan tersebut TIV yang menjadi Terlapor I oleh Majelis Komisi dianggap bersalah dan wajib membayar denda sebesar Rp13.845.450.000 (Tiga belas miliar delapan ratus empat puluh lima juta empat ratus lima puluh ribu Rupiah) dan distributornya BAP yang menjadi Terlapor II membayar denda sebesar Rp6.294.000.000 (Enam miliar dua ratus sembilan puluh empat juta rupiah),” kata Ketua Majelis Komisi, R. Kurnia Sya’ranie saat membacakan putusan, seperti keterangan resmi yang diterima, Rabu (20/12).

Putusan tersebut dibacakan pada sidang perkara Nomor 22/KPPU-I/2016 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Pada Dugaan Pelanggaran Pasal 15 ayat (3) huruf b dan Pasal 19 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh Terlapor I dan Terlapor II dalam produk AMDK.

“Terlapor I dan Terlapor II telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b Undang Undang No 5 Tahun 1999 dan Pasal 19 huruf a dan b Undang Undang No.5 Tahun 1999 itu,” lanjut Kurnia lagi.

Putusan itu, kata dia, diambil setelah melalui proses pemeriksaan dan musyawarah Majelis Komisi yang cukup panjang, yakni selama kurang lebih 148 hari kerja.

Pada putusannya, Majelis Komisi menilai tindakan anti persaingan ittu diduga terjadi pada tahun 2016 di wilayah jangkauan distribusi satu pemasaran Terlapor II dalam pemasaran produk yang meliputi, Cikampek (Karawang, Jawa Barat), Cikarang, Babelan, Bekasi (Jabar), Pulo Gadung, Sunter, Prumpung, Kiwi, Lemah Abang, Rawa Girang (DKI Jakarta), Cibubur, Cimanggis (Depok), atau setidaknya wilayah lain yang termasuk jangkauan dari Terlapor II.

Majelis Komisi juga menilai pasar bersangkutan dalam perkara aqua adalah produk AMDK air mineral di wilayah distribusi atau pemasaran Terlapor II pada tahun 2016.

“Adapun bentuk tindakan anti persaingan yang terjadi adalah adanya degradasi kepada sub distributor karena menjual produk AMDK lain dengan merek Le Mineral,” jelas dia.

Majelis Komisi juga merekomendasikan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha distributor dan keagenan. Dengan begitu agar dalam melaksanakan bisnis atau aktivitasnya itu harus sesuai dengan ketentuan peraturan per-UU-an yangberlaku di Kemendag dan  prinsip persaingan usaha yang sehat.

Kemudian terhadap Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk melakukan pengawasan kepada Terlapor I dan Terlapor II dalam pelaksanaan peraturan kepegawaian, agar juga sesuai dengan peraturan per-UU-an yang berlaku.(AC/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here