Baru 70 Rumah Sakit Terakreditasi

Posted by on Jan 08, 2018 | Leave a Comment

Medan – Kpkpos Jumlah rumah sakit pemerintah dan swasta di Sumatera Utara lebih dari 200. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 70 yang sudah terakreditasi. Belum terakreditasi rumah sakit dikarenakan beberapa kendala. Apalagi tahun 2018, Komisi Akredirasi Rumah Sakit (KARS) menetapkan tiga syarat baru dalam pemenuhan akreditasi. Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Sumut, dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes, Kamis (4/1).

Tiga syarat baru itu, jelasnya, di antaranya tiap-tiap RS harus memiliki layanan Geriatri untuk pasien lanjut usia (lansia). Pola Penggunaan Rasional Antibiotik (PPRA) dan terakhir rumah sakit terintegrasi pendidikan dan pelayanan, ini khususnya rumah sakit pemerintah.

Layanan Geriatri dimaksudkan agar pasien Lansia tidak perlu mengantri berlama-lama saat berada di RS. Untuk PPRA diharuskan karena saat ini sudah banyak pasien yang resistan antibiotik dan penggunaan antibiotik sembarangan. Melalui layanan ini, pasien dapat diberikan pemahaman terkait hal tersebut.

“Kalau integrasi pendidikan dan pelayanan kita genjot rumah sakit di daerah untuk lebih baik lagi sebagai sarana pendidikan calon dokter,” katanya. Begitupun untuk rumah sakit yang sudah terakreditasi lebih dulu, lanjut Azwan, tiga syarat ini wajib dipenuhi tiga tahun setelahnya saat mengikuti akreditasi lanjutan. Penambahan ketiga syarat ini sebagai langkah agar lebih baik dalam hal pelayanan dan kualitas mutu layanan.

Ia berharap sisa ratusan ratusan rumah sakit yang belum terakreditasi, harus sudah tercapai hingga akhir 2018. Hal itu diwajibkan sebagai syarat menjadi mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan mencapai cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC) pada 2019. Jika tidak terakreditasi, sanksinya tidak bisa melayani pasien program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Di 2018 kita agak ngebut mengejar akreditasi karena 2019 program JKN-KIS ditargetkan sudah UHC. Seluruh rakyat sudah harus tercover dan rumah sakit yang bekerja sama wajib terakreditasi mulai dari tingkat dasar hingga bintang lima,” tegasnya.

Sedangkan Persi terus gencar memberikan pemahaman serta pelatihan agar segera terakreditasi. Namun, berbagai kendala memang tidak biaa dihindari. Hingga saat ini, kendala terbesar adalah komitmen dan keyakinan pemilik untuk mencapai akreditasi rumah sakitnya.

Pemilik, baik swasta maupun pemerintah harus lebih konsisten memperbaiki dari segala sisi demi mencapai akreditasi, mulai dari akreditasi perdana, dasar, madya, utama hingga paripurna.

“Dibutuhkan kerja keras rumah sakit. Kami dari Persi, Februari nanti menggelar pertemuan nasional Sumatera Utara. Melalui kegiatan ini kita harapkan banyak pemilik segera menggenjot RS nya agar segera terakreditasi sebelum akhir 2018,” ujarnya.(SMG)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here