BBI Binjai Berbohong Soal Bibit Ikan

Posted by on Jun 03, 2013 | Leave a Comment

cara-budidaya-ikan-leleBinjai  – Kpkpos  Pesta rakyat menyambut HUT Kota Binjai ke 141 yang di adakan Pemko Binjai di eks GOR Binjai pada Jum’at pekan lalu dengan menyajikan santapan ikan lele sebanyak tiga ton yang diklaim walikota Binjai sebagai hasil produksi Balai Benih Ikan (BBI) Pemko Binjai ternyata palsu.

Puluhan ribu ekor ikan lele dari BBI ternyata ikan dari industri peternak yang sengaja di masukkan ke kolam milik BBI beberapa hari sebelum perayaan. Wakil Sekretaris Lembaga Binjai Corruption Watch (BCW)) Kota Binjai SA Aldiansyah di dampingi Biro Informasi dan Publikas I BCW Denton Siburian S.Sos usai melakukan investigasi di kantor BBI.

Mereka mengatakan, seluruh ikan yang di santap masyarakat saat HUT lalu adalah dari pihak ketiga dan luar Kota Binjai.

“Apa yang dikemukakan Walikota Binjai HM Idaham bahwa semua hasil produksi BBI yang di awali dengan gaya menangguk ikan di kolam seperti realase versi humas Pemko lengkap dengan foto walikota sedang menangguk ikan, itu jelas trik palsu atau walikota kena kibul BBI.

Kita sudah ketemu dengan pejabat di BBI, ribuan ikan lele memang dari luar. Tapi di tanya dari mana, pejabat itu mengaku lupa dan meminta waktu akan menghubungi Dinas Pertanian. Beberapa menit kemudian, pejabat tadi muncul mengaku Kadis belum tersambung dan meminta kami menemui pihak dinasm” ungkap Aldy.

Tidak hanya itu, dia juga mempertanyakan sistem penyaluran benih terhadap sedikitnya 55 kelompok petani ternak ikan karena tidak sedikit petani ternak ikan yang gulung tikar. Malah industri ternak ikan yang tumbuh subur hingga Kota Binjai mampu memproduksi lele kisaran 20 ton per hari untuk di jual keluar daerah dan tidak diketahui bagaiamana pemasukan PAD-nya.

Soal lokasi pesta rakyat yang sebelumnya di laksanakan di lapangan segitiga Binjai dan kali ini dipindahkan ke eks GOR Binjai yang menurut walikota bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa nantinya tempat ini menjadi pusat jajanan (food court) yang sangat strategis dengan latar belakang Sungai Bingai.

Pembangunan kios-kios sudah hampir rampung sehingga penempatan lokasi perayaan HUT Kota binjai sekaligus menjadi promosi atau sosialisasi. Eks GOR
lama ini juga bakal menjadi tempat pemindahan pedagang kaki lima.

Menyikapi ungkapan walikota tersebut, Aldiansyah mengaku prihatin karena ungkapan itu tidak lebih sebagai ucapan klasik yang sulit di implementasikan. Jumlah kios tidak sesuai dengan jumlah pedagang kaki lima di Lapangan Merdeka dan nasib petani ternak lele terus tergilas dengan industri lele.

“Sesuatu yang tidak memiliki relivensi dengan apa yang di ungkap walikota. Sampai kapan walikota tidak terperangkap dengan ucapan palsunya?” tegas Aldy. (BR)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here