Biaya Eksplisit Korupsi Rp 168,19 T

Posted by on Aug 05, 2013 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos  Hasil peenelitian terhadao ribuan kasus korupsi di Indonesia, yang sudah diputus Mahkamah Agung (MA) menunjukkan semakin besar jumlah korupsi maka nilai uang yang harus dikembalikan koruptor justru makin kecil.

“Nilai biaya eksplisit atau biaya terlihat korupsi sebesar Rp168,19 triliun sepanjang 2012. Namun, dari total nilai hukuman finansial atau uang hasil korupsi yang dikembalikan ke negara hanya Rp 15,09 triliun atau 8,9 persen,” papar Rimawan Pradipto, peneliti dari Fakultas EkonomidanBisnisUniversitas Gadjah Mada dalam dialog korupsi di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Hasil yang ditemukan Rimawan tersebut mengungkapkan adanya selisih Rp153,1 triliun. Nominal itu pun masih perlu ditambah biaya eksplisit korupsi, biaya implisit korupsi, biaya antisipasi tindak korupsi, dan biaya akibat reaksi terhadap korupsi.

Selain itu, adanya keanehan pada sistem yang ada. Rakyat seakan-akan mensubsidi nilai kerugian koruptor kepada negara. Hal tersebut tercantum dalamUndang-Undang Pemberantasan Korupsi Pasal 12, yang menyebut bahwa korupsi oleh pegawai negeri sipil (PNS) dengan nilai Rp5 juta sampai dengan nilai tidak terhingga, hanya akan diminta ganti mulai dari Rp200 ribu hingga Rp1 miliar.

Menurutnya pola proses hukum yang tidak lazim pada koruptor. Biasanya, akan ada pengurangan waktu hukuman dari tuntutan jaksa yang terjadi di tingkat Pengadilan Negeri. Lama hukuman akan naik tipis pada tingkat Mahkamah Agung.

“Jadi dapat disimpulkan bahwa hukuman ringan dengan mudah dijatuhkan kepada koruptor. Sehingga mengusik rasa keadilan,” sambungnya.(ENDY)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here