Bulan Ramadhan (Jangan) Ternoda

Posted by on May 21, 2018 | Leave a Comment

Sungguh miris kemeriahan religius bulan suci kali ini terganggu dengan aksi-aksi biadab yang dikendalikan para dalang terorisme. Keberkahan memasuki bulan Ramadhan seperti dirasa hilang begitu saja karena tangan-tangan kotor.

Belum lagi komentar beberapa warga net yang sepertinya menohok dimana seolah-olah pelaku teroris tersebut adalah bagian dari kaum muslim sebagai mayoritas dinegara ini, sehingga tidak terelakan lagi perang tulisan dengan bahasa nyelenehpun terjadi.

Syukurnya Kapolri Tito Karnavian langsung dengan tegas menyatakan bahwa aksi tersebut bukanlah terkait dengan agama manapun dan pernyataan ini perlu diapresiasi dan ancung jempol buat Kapolri.

Untuk itu diharapkan kepada pengguna ruang publik agar meredam tulisan yang bisa membuat berkobarnya api kebencian karena merugikan bangsa dan negara sendiri, sehingga dikhawatirkan perpecahan akan menjadi timbul sesama warga negara dan tak terelakan lagi peperangan antar sesama bisa akan terjadi.

Hal ini jangan sampai terjadi, dari sejak merdeka hingga sekarang masyarakat Indonesia bisa hidup berdampingan dengan baik dan mesra walau berlainan suku ras dan agama. Mengapa sekarang perpecahan agama bisa terjadi, ini tentu menjadi pertanyaan besar dan dikhawatirkan bangsa lain akan menikmati hasil, sementara kita terus terpuruk kepada kebencian yang tidak mendasar antar sesama kita.

Selain itu juga menyebarkan benih kebencian di ruang-ruang publik, termasuk media sosial dan grup WA, akan mengalir seperti bola liar. Sekali kebencian bertemu dengan kepicikan, sifat yang sama dengan para penyebarnya, maka efeknya dapat seperti menyiram bensin ke api. Menyala-nyala tidak terkendali, alhasil apa yang dikhawatirkan diatas akan terjadi.

Selain itu, secara tidak langsung sebenarnya mungkin kita tidak terlibat langsung dengan pengeboman di Surabaya itu. Tapi ketika kita telah menjadi bagian dari industri kebencian, maka sedikit banyak sebenarnya kita turut andil dalam menghilangkan nyawa-nyawa manusia.

Untuk itu marilah kita semua menahan diri apalagi memasuki bulan Ramadhan bulan yang suci, mari benahi diri dan bertawakal serta memohon kepada Ilahi agar negara ini kembali menjadi tempat yang tentram nyaman dan saling bergandeng tangan untuk menjadikan negeri ini gemah ripah loh jinawi yang dulu digaungkan para pejuang negeri ini.

Jadikan bulan Ramadhan ini untuk menahan diri bagi siapa saja, agama apa aja yang pasti penduduk negeri ini baik melalui media apapun, sehingga bulan puasa ini dapat dinikmati bagi kaum muslimin yang melaksanakannya dan tidak ternoda, seperti kata aktivis Ratna Sarumpaet ‘Biarkan Kami Berpuasa Dengan Tenang’.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here