Bupati Batubara Soroti Pengelolaan Limbah dan Galian C

Posted by on Jan 07, 2019 | Leave a Comment

Limapuluh – KoranAntiKorupsi Bupati Batu Bara, Ir H Zahir MAP mengingatkan kepada seluruh perusahaan agar tidak ‘main mata’ dengan pengangkutan limbah (transporter) dalam hal pengelolaan limbah, khususnya B3. Yang namanya limbah (kotoran) pasti dapat menimbulkan efek samping.

“Karena itu, pemerintah harus pantau perusahaan pengangkutan limbah. Jangan sampai ada ‘main mata’ antara pengusaha dengan pengangkutan limbah,”kata Zahir saat menerima kunjungan Komisi D DPRD Sumatera Utara dipimpin ketuanya Ari Wibowo di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Limapuluh, Kamis (3/1).

Dikatakannya, untuk menanggapi permasalahan limbah ini, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Batu Bara harus benar-benar memantau dan mengawasi kegiatan tersebut. “Yang saya pahami, nampaknya persoalan ini banyak yang kurang pas. Salah satu contoh saya pernah lihat di salah satu rumah sakit ada juga limbah medis yang tidak seharusnya dibuang di tempat pembuangan umum (biasa) namun tetap dibuang juga. Hal seperti yang harus diawasi,” katanya.

Selain permasalahan limbah, Zahir juga menyoroti permasalahan galian C yang berada di wilayah Kabupaten Batu Bara. Menurutnya, galian C di Batu Bara tidak tertib. Banyak galian tetapi tidak memiliki izin menggali. Selain itu, keberadaan galian sudah menyalahi aturan yang ada.

“Di Batu Bara galian C tidak tertib. Banyak yang tidak memiliki izin tetapi tetap menggali. Walau ada aturan tentang batas (jarak) menggali misalnya jarak dari jalan, jembatan atau permukiman tetapi tetap bebas menggali. Untuk itu, polisi diminta menindak tegas galian tersebut. Dengan bupati yang baru ini jelas hal itu tidak boleh,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi D Sumatera Utara, Ari Wibowo mengingatkan kepada dinas terkait yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (LH), supaya benar-benar mengawasi terkait pengelolaan limbah.

“Dinas terkait agar benar-benar mengawasi ini. Jangan hanya menerima laporan atau melihat MoU saja. Khususnya jasa pengangkut limbah. Awasi mulai dari awal pengangkutan sampai dibawa kemana limbah itu,”kata Ari mengingatkan.

Menurut politisi Gerindra ini, agar dapat menyelesaikan permasalahan ini harus melibatkan seluruh pihak terkait. Kalau cerita soal kelemahan, ini kembali lagi kepada sektor pengolah limbah. Jadi, kita menduga banyak sekali permainan dalam pengolahan limbah.

“Hal ini yang membuat keprihatinan kita. Maka kita fokus pada bagaimana menyelamatkan lingkungan khususnya di Batu Bara,”kata Ari Wibowo. Turut serta dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi D lainnya yaitu Jafaruddin Harahap, Darwin Marpaung, Darwin Lubis, dan Irwan Yusuf.(SMG)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here