Bupati Kukar Segera Diadili

Posted by on Feb 05, 2018 | Leave a Comment

kpkJakarta – Kpkpos Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari bakal segera diadili atas kasus dugaan suap pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit kepada PT Sawit Golden Prima dan dugaan gratifikasi terkait sejumlah proyek selama menjabat sebagai bupati Kukar dua periode. Tim penyidik KPK telah merampungkan berkas penyidikan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Rita.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyatakan, berkas penyidikan kasus suap dan gratifikasi ini telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas, barang bukti, dan tersangka Rita ke tahap penuntutan atau tahap II. Tak hanya Rita, KPK juga melimpahkan berkas dan tersangka Khairuddin, komisaris PT Media Bangun Bersama sekaligus pentolan tim 11 yang juga bersama Rita terjerat kasus gratifikasi.

“Hari ini, Kamis (1/2) dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan dua tersangka ke penuntutan tahap II. RIW (Rita Widyasari) atas kasus dugaan suap terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman kepada PT SGP dan kasus dugaan menerima gratifikasi serta KHR (Khairuddin) atas kasus dugaan menerima gratifikasi,” kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/2) malam.

Dalam kasus dugaan suap, Rita diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. Abun juga telah berstatus tersangka dalam kasus ini.

Dalam kasus gratifikasi, Rita dan Khairuddin diduga menerima gratifikasi senilai Rp 436 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar selama menjabat sebagai bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021.

Dengan pelimpahan berkas tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Rita dan Khairuddin. Nantinya, surat dakwaan ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Sidang rencananya akan dilaksanakan di PN Tipikor Jakarta, sehingga tidak dilakukan pemindahan tahanan. Saat ini, KHR ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan RIW di Rumah Tahanan Gedung Penunjang KPK,” kata Febri.

Untuk merampungkan berkas penyidikan kasus suap dan gratifikasi ini, KPK telah memeriksa 117 saksi dari berbagai unsur.

Dalam kasus ini, tim penyidik telah menyita sejumlah aset dan barang mewah Rita yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Beberapa barang mewah itu, di antaranya, 36 buah tas. Puluhan tas itu terdiri dari berbagai merek terkenal, seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, Celine, dan lainnya.

Selain itu, tim penyidik juga telah menyita 19 pasang sepatu mewah milik Rita yang terdiri dari berbagai merek, seperti Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan lainnya.

Tak hanya tas dan sepatu, tim penyidik juga telah menyita sejumlah perhiasan mewah milik Rita. Terdapat 103 perhiasan emas dan berlian berupa kalung, gelang dan cincin, 32 buah jam tangan berbagai merek, seperti Gucci, Tissot, Rolex, Richard Mille, Dior dan lainnya.

Tim penyidik juga telah menyita sejumlah aset Rita, yakni tiga mobil mewah yang terdiri dari satu unit Toyota Vellfire, satu unit Ford Everest dan satu unit Land Cruiser. Bahkan, tim penyidik menyita dua unit apartemen milik Rita di Balikpapan.

Kasus tindak pidana pencucian uang ini masih terus diusut tim penyidik KPK.”Penyidikan dugaan TPPU RIW masih berjalan,” kata Febri.(SP/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here