Bupati Malang Segera Diadili Atas Kasus Suap Mutu Pendidikan

Posted by on Feb 11, 2019 | Leave a Comment

Jakarta – KoranAntiKorupsi Bupati Malang Rendra Kresna bakal segera diadili atas kasus dugaan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang Tahun Anggaran 2011. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penyidikan kasus ini.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, berkas penyidikan kasus suap yang menjerat Rendra Kresna telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan tersangka Rendra ke tahap penuntutan atau tahap II.

“Sore ini dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka RK (Rendra Kresna) terkait dugaan suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang TA 2011 ke penuntutan atau tahap II,” kata Febri melalui pesan singkat, Jumat (8/2).

Dengan pelimpahan ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Rendra. Nantinya, surat dakwaan itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

“Persidangan rencananya akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Surabaya,” katanya.

Dalam menuntaskan penyidikan kasus ini, tim penyidik KPK telah memeriksa sekitar 56 orang saksi. Puluhan saksi itu berasal dari unsur pegawai dan mantan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2013, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2007 sampai dengam 2012.

“Unsur saksi lainnya, asisten pribadi Bupati dan pihak swasta,” kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Rendra Kresna sebagai tersangka atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni kasus dugaan penerimaan suap dan kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Dalam kasus suap, Rendra diduga menerima suap dari seorang swasta yang juga mantan timsesnya, Ali Murtopo sebesar Rp 3,45 miliar. Suap ini diberikan kepada Rendra terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang.

Selain itu, Rendra dan seorang swasta Eryk Armando Talla juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,55 miliar terkait proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

Untuk kasus suap, Rendra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara Ali Murtopo yang menyandang status tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan dalam kasus gratifikasi, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar Pasal 12B UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here