Buronan Kasus Korupsi Pembangkit Listrik Ditangkap Kejatisu

Posted by on Jul 16, 2018 | Leave a Comment

buronanMedan – KoranAntiKorupsi Tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) akhirnya berhasil meringkus mantan Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Pertambangan (Dishuttamling) Phakpak Bharat, Sujarwono yang telah buron selama tiga tahun, Selasa (10/7) malam hari.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak “Ia diringkus di persembunyiannya di Jalan Mardisan Komplek Kehutanan Provinsi Sumut No. 4 Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli serdang,” ungkap Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian.

Sujarwono menjadi terpidana kasus tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan konstruksi dan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hybrid (PLTMH) Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup, dan Pertambangan Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2009 lalu. Pagu anggaran dana Rp 800 juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2009.

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian juga mengatakan, keberadaan pria mantan Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup, dan Pertambangan Kabupaten Pakpak Bharat ini terendus berkat informasi dari masyarakat.

Setelah menelusuri informasi dan mengintai selama beberapa hari, intelijen Kejati Sumut akhirnya mendapati posisi buronan Ir Sujarwo, yakni di sebuah kantor pemasaran perumahan umum di Jalan Aek Pancur, Desa Bandungrejo, Kecamatan Tanjungmorawa.

“Berdasarkan keterangan terpidana, ia bekerja dengan temannya bernama Abdi Superto, Direktur PT Maju Jaya Mitra Abadi (pemborong perumahan umum tersebut),” katanya.

Selanjutnya, Ir Sujarwo dibawa ke Kantor Kejati Sumut untuk diproses, lalu diserahterimakan kepada Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Dairi untuk dieksekusi (dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan).

Untuk diketahui, Ir Sujarwo ini telah diputus bersalah merugikan keuangan negara pada peradilan tingkat pertama. Perkaranya pun telah inkracht berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 228.K/Pid.Sus/2014 tanggal 19 Maret 2014.

Ia dijatuhi pidana empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Namun, ia menghilang saat tengah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Ia berkesempatan kabur karena memperoleh penangguhan penahanan.

Karena tidak mengindahkan panggilan sebanyak tiga kali, Kejaksaan Negeri Dairi pun akhirnya memasukkan nama Ir Sujarwo ke dalam DPO pada tahun 2015.(BEY/INT)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here