CV Bintang Palas Jaya Diduga Rekayasa Material Jalan

Posted by on Aug 21, 2017 | Leave a Comment

PROYEKPalas – Kpkpos Lemahnya penegakan hukum di daerah Padang Lawas seolah surga bagi para kontraktor yang selalu memikirkan keuntungan pribadinya dengan cara kotor.

Seperti yang terjadi pada Proyek peningkatan jalan hotmix Pagaran Baringin Nagargar (lanjutan) yang bernilai 1,4 miliar cukup aman bagi CV. Bintang Palas Jaya yang diduga merekayasa fisik dengan merubah jenis material bangunan jalan.

Proyek yang bersumber dana dari dana alokasi khusus (DAK) bidang prasarana jalan yang berlokasi di Pagaran Baringin, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas memang agak jauh dari pantauan masyakat,sehingga diduga hal ini yang memang betul-betul dimanfaatkan oleh pihak kontraktor untuk merekayasa proyek.

Pantauan awak media dilokasi proyek tersebut, Sabtu lalu, diduga kuat sang kontraktor melakukan pemakaian bahan material dilapangan dengan mengepulkan bahan sirtu saja. Terlihat base B kebanyakan menggunakan sertu kali. Disamping itu  ada dugaaan  tidak memakai base A, karena dilihat dengan kasat mata tidak ada bekas atau sisa batu abu, dimana yang terlihat hanyalah pasir kali saja.

Pekerja yang bertugas sebagai pengemudi alat berat yang sedang bekerja di proyek tersebut saat dikonfirmasi tidak banyak memberikan keterangan namun sang pengemudi yang  enggan disebut namanya mengatakan, panjang jalan sekitar 700 m dan lebar 3 m, dan jalan ini sudah masuk tahap material base B dan base A,”kata si pengemudi.

Penjelasan sipengemudi sangat berbalik atau bertolak belakang dengan keterangan dinas PUPE Palas. Pasalnya, selaku PPTK proyek tersebut, Kasi Jalan Dinas PU Palas, Hapsah Harahap diruang kerjanya, Senin lalu menjawab pertanyaan wartawan. Dia mengatakan proyek tersebut belum selesai sehingga masih turun abu batunya. Dan kalau sudah begini nanti kita akan masukkan lagi abu batunya.”Inikan belum selesaimasih turun abu batunya, makanya kelihatan akrita besarnya”, bebernya.

” Setelah ini akan dimasukkan lagi abu batunya baru di bilas lagi. Proyek itukan belum kita senkon harus kita samakan dulu baru kita final. Senkon itukan melihat kepadatannya, kalau memang sudah dapat baru bisa dihotmix”, ujarnya.

Setelah mendapat info dari pihak kontraktor akhirnya Hapsah Harahap mengakui memang pekerjaannya sudah masuk base A. Namun dia tetap berdalih bahwasannya proyek jalan tidak selalu menggunakan abu batu karena itu ada persentasenya, kata Hapsah. (TIM)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here