Dana Desa Hiligodu Somolo- Molo Diduga Sarat Korupsi

Posted by on Mar 18, 2019 | Leave a Comment

Bupati Nisel Diminta Tanggap

Pelaksanaan Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo yang masih belum siap

Pelaksanaan Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo yang masih belum siap

Nias – KoranAntiKorupsi Dugaan korupsi pada pelaksanaan Dana Desa (DD) Hiligodu Somolo-Molo Kecamatan Somolo-Molo Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 993 juta terkesan bukan rahasia umum lagi. Sejumlah tokoh masyarakat,tokoh adat dan aparat pemerintahan desa mulai angkat bicara. Bahkan beredar rumor ditengah-tengah warga bahwa pencopotan Camat Somolo-Molo, Fatolosa Laoli baru-baru ini berat dugaan terhadap kasus Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo yang tak kunjung selesai dan penuh manipulatif.

Menurut Ketua RW Dusun 3 Desa Hiligodu Somolo-Molo, Tandrasokhi Lawolo kepada wartawan belum lama ini mengatakan bahwa pelaksanaan Dana desa Hiligodu Somolo-Molo Tahun Anggaran 2018 rawan korupsi dan kecurangan yang mana mulai dari Kades, Setia Lawolo, Ketua TPK,Masudin Giawa,Bendahara TPK, Bazisokhi Laowo diduga kuat telah berkolaborasi untuk menggerogoti Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo. Tragisnya, meskipun sudah memasuki bulan Maret 2019 namun pelaksanaan Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo belum juga selesai.

Seperti halnya, pembangunan jalan dari Dusun I menuju Dusun 3 sepanjang 550 meter ditambah 1 gorong-gorong yang belum siap. Kemudian, pembangunan jalan dari dusun II menuju Desa Moasio sepanjang 800 meter belum siap dan 2 unit dwiker plat.

Diperparah lagi dugaan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh oknum Bendahara Desa Hiligodu Somolo-Molo,Bazisokhi Lawolo yang mana dalam melakukan pencairan dana diduga melakukan pemotongan. Seperti insentif Ketua RW dusun 3 Tandrasokhi Lawolo sebesar Rp 1,2 juta dipotong Rp 520.000.

Demikian juga insentif Ketua RW dusun I Bowosokhi Telaumbanua dipotong Rp 520.000 dan yang diterima hanya Rp 480.000,Kemudian insentif Ketua RT Hatoli Lawolo sebesar Rp 420.000 dipotong 220.000.

Ironinya honor Linmas Detirman Lawolo bulan Juli s/d Desember 2018 Rp 1,5 juta tetap dibayarkan meskipun sudah merantau sejak bulan Juli 2018 hingga sekarang tetapi dibayar melalui orangtuanya an. Sarotona Lawolo Rp 1,2 juta dipotong oknum bendahara Rp 300.000.

Dikatakan, kecurangan demi kecurangan yang dilakukan oleh pengurus TPK yakni Ketua dan Bendahara terkesan tidak terungkap karena seluruh personil yang terlibat dalam pelaksanaan DD Hiligodu Somolo-molo adalah sanak keluarga oknum kades sehingga patut dicurigai bahwa upaya oknum Kades Hiligodu Somolo-molo untuk menyusun struktur pelaksana Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo sebelumnya berasal dari kalangan keluarganya sebagai trik untuk menggerogoti Dana Desa.

Apalagi sekarang ini oknum Kades Hi;ligodu Somolo-Molo disebut-sebut sedang menyusun strategi untuk mencari dukungan warga Bendahara Dana Desa, Bazisokhi Lawolo dapat terpilih nanti pada Pilkades mendatang menggantikan posisinya.

Kami mengharapkan Bupati Nias, Drs Sokhiatulo Laoli,MM dan aparat penegak hukum (Polres Nias dan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli-red) untuk mengusut pelaksanaan Dana Desa Hiligodu Somolo-molo agar tidak jatuh ditangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. (Yagi/AL/FL)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here