Dana Oplas Ratna Sarumpaet Akan Diusut

Posted by on Oct 08, 2018 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Adanya kabar bahwa aktivis Ratna Sarumpaet melakukan operasi plastik (Oplas) pada wajahnya dengan menggunakan donasi korban Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba membuat sejumlah orang tergabung dalam Aliansi Sumut Bersatu dan Forkom Relawan Sumut mendatangi Mapolda Sumut, Jumat (5/10) di Medan, untuk mendesak Polri menyelidiki dugaan penggunaan donasi tersebut.

“Kedatangan kita di sini untuk mendesak Polda Sumut melakukan penyelidikan, apakah ada menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi (operasi plastik),” kata Ketua Aliansi Sumut Bersatu Lamsiang Sitompul kepada wartawan.

Lamsiang mengatakan mereka mengapresiasi Polri yang bertindak cepat menangkap Ratna Sarumpaet atas keresahan yang telah ditimbulkannya di tengah masyarakat terkait ucapan kebohongannya.

“Kami turut mendukung Polri mengusut tuntas para penyebar hoaks (berita bohong) di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara,” ujarnya.

Menurut dia, berita bohong yang disebarkan Ratna Sarumpaet terindikasi disuruh orang lain. Karenanya, Polri diminta untuk menyelidiki aktor intelektual hingga beredarnya hoaks tersebut.

“Kami menduga berita bohong yang disampaikan RS karena adanya perintah orang lain. Jadi, kami minta Polri menyelidiki aktor di belakang berita bohong tersebut,” ujar Lamsiang.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, setiap  bentuk laporan yang datang ke Polda Sumut akan ditindaklanjuti. “Kita menerima semua laporan dari masyarakat, dan laporan tersebut pasti akan berjalan dan ditindaklanjuti,” katanya.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet mengakui fotonya dengan wajah bengkak yang beredar di media sosial efek sedot lemak di rumah sakit. Pihak kepolisian menyebut Ratna  membayar operasi plastik itu menggunakan rekening yang sama dengan digunakan saat menggalang sumbangan untuk korban kapal tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara.

Berdasarkan penelusuran polisi, aktivis perempuan itu membayar biaya sedot lemak di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat menggunakan rekening BCA nomor 2721360727 milik pribadinya.

Nomor rekening tersebut sama persis dengan yang digunakan saat penampungan sumbangan untuk korban karamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba pada Juni 2018. Sedikitnya 183 orang hilang dalam kecelakaan tersebut.

“Nah kalau rekan-rekan membuka di internet beliau menggunakan rekening itu untuk dana di Danau Toba,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Kamis (4/10).

Namun begitu, Setyo tidak mengetahui asal usul uang dalam rekening milik Ratna Sarumpaet tersebut, yang pasti penyelidikan polisi membuktikan bahwa ibu dari artis Atiqoh Hasiholan menggunakan rekening yang sama.

Fakta penyelidikan polisi selama menjalani sedot lemak Ratna Sarumpaet membayar Rp90 juta dengan rincian Rp25 juta dibayar secara debet pada 20 September pukul 21.00 WIB, kemudian pada 21 dan 24 September kembali melakukan debet sebesar Rp25 juta dan Rp40 juta.

“Nah itu nanti rekan-rekan bisa lihat sendiri, secara kebetulan saja penyidik mendapat keterangan itu dan pada saat kita ekspose sama dengan digunakan beliau, di internet muncul,” pungkasnya.
    
Diminta Kembalikan Dana     

Sementara itu Pemprov DKI Jakarta meminta Ratna Sarumpaet mengembalikan dana sebesar kurang lebih Rp70 Juta yang sebelumnya diberikan Pemprov DKI Jakarta untuk biaya perjalanan dan uang saku ke Santiago, Chile, Amerika Selatan dalam bentuk sponsor.

“Kalau tidak jadi berangkat harus dikembalikan (dana sponsor),” kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja sama Luar Negeri Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Mawardi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (5/10).

Mawardi mengatakan jika memang ada dana yang telah digunakan Ratna sebelum melakukan perjalanan, tentunya harus ada perhitungan pasti yang disertai pertanggungjawaban, termasuk soal tiket pesawat untuk keberangkatan.

Ratna sendiri memang diketahui telah check in di Bandara Soekarno-Hatta,  sehingga tiket pesawat untuk berangkat dipastikan tak bisa dikembalikan. “Mungkin ada yang telah dipakai dan misalnya dia sudah beli tiket kan nanti ada hitung-hitungannya,” kata Mawardi.

“Nanti biro administrasi (yang hitung) besaran yang harus (dibayar), kan ada dari airline itu kalau ada pembatalan,” kata dia.

Ratna Sarumpaet sebelumnya mengaku dibiayai Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk berangkat ke Santiago, Chile. Perjalanan ke Chile itu untuk menghadiri acara ‘Woman Playwright International Jakarta’. Pada 2016 lalu, Ratna mengaku menjadi pembicara saat acara berskala internasional itu diselenggarakan di Jakarta.

Namun perjalanannya ke Chile gagal karena Ratna diturunkan dari dalam pesawat sesaat sebelum tinggal landas. Pihak Imigrasi dan kepolisian menangkap Ratna dan mencegahnya pergi ke luar negeri. Polisi telah menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka dugaan penyebaran berita bohong terkait penganiayaan.

Dia terancam sepuluh tahun penjara lantaran dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE.

Penyidik Polda Metro Jaya juga akan menyelidiki rekening milik aktivis Ratna Sarumpaet yang diduga digunakan untuk mengumpulkan donasi kapal tenggelam di Danau Toba Sumatera Utara dan biaya operasi plastik.

“Itu akan menjadi agenda penyelidikan dari penyidik,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat.

Argo mengatakan penyidik menerima informasi rekening milik Ratna Sarumpaet yang digunakan untuk membayar biaya operasi plastik sama dengan rekening penampung sumbangan kapal tenggelam di Danau Toba.

“Nanti penyidik akan melakukan penyelidikan apakah ditemukan pidana atau tidak di situ,” ujar Argo.

Awalnya, beredar kabar aktivis Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tidak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018.

Ratna mengaku dianiaya sejumlah orang usai menghadiri pertemuan internasional bersama dua rekannya warga negara asing saat menuju Bandara Husein Sastranegara.

Namun, aparat kepolisian menyatakan tidak menemukan fakta, saksi maupun informasi terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

Kemudian Ratna memohon maaf lantaran telah menyampaikan kebohongan terkait dengan informasi pengeroyokan tersebut. Penyidik Polda Metro Jaya menangkap Ratna saat akan terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10).

Saat ini, Ratna telah berstatus tersangka dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(AND/BEN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here