Dinsos Kota Banda Aceh Jaring Pencari Dana Sumbangan Dayah

Posted by on Feb 25, 2019 | Leave a Comment

Gepeng yang terkena razia Dinsos kota Banda Aceh.

Gepeng yang terkena razia Dinsos kota Banda Aceh.

Banda Aceh – KoranAntiKorupsi Petugas Dinas Sosial dan Satpol PP kota Banda Aceh melakukan razia gelandangan dan pengemis (Gepeng) di setiap persimpangan traffic light kota Banda Aceh. Dalam razia tersebut, selain mengamankan para gepeng, petugas juga mengamankan 9 orang yang meminta minta sumbangan dana untuk sebuah dayah di kota lhokseumawe dan kota Banda Aceh.

Razia yang dilakukan selasa pekan lalu itu, para pencari dana yang diamankan dari sejumlah persimpangan traffic light (lampu lalu lintas) di Kota Banda Aceh itu, selanjutnya dibawa ke rumah singgah milik Dinsos Banda Aceh di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Drs Muzakir, mengatakan dari sembilan pencari dana yang dijaring itu delapan orang mengaku melakukan penggalangan dana untuk sebuah dayah di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Usia mereka pun masih sangat belia, mulai 13 sampai yang paling tua berumur 17 tahun. Hanya bermodalkan sebuah kardus yang bertuliskan ‘Bantulah Dayah..’, delapan remaja yang terjaring petugas dinsos ini pun disebar di traffic light Simpang BPKP, Simpang Jambo Tape, dan Simpang Batoh, Banda Aceh. Di sejumlah lokasi itulah mereka terjaring. delapan remaja pencari dana yang mengatasnamakan sebuah dayah di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dan seorang lagi meminta sumbangan mengatasnamakan sebuah dayah di kawasan kota alam Banda aceh. Ternyata mereka tidak memiliki legalitas apa pun.

“Terlepas, benar atau tidak mereka mencari dana untuk dayah yang mereka sebutkan. Tapi, apa pun bentuk kegiatan itu, yang namanya meminta-minta di persimpangan, tetap tidak diizinkan. Kecuali, penggalangan dana itu yang bersifat insidentil, misalnya bencana alam. Itu pun sifatnya sementara dan harus mengenakan atribut resmi, misalnya mahasiswa atau sebuah organisasi lainnya,” ujar Muzakir.

Mereka kita bawa ke Rumah Singgah Dinsos Banda Aceh di Lamjabat, kita beri pembinaan mental dan aqidah, untuk tidak mengulangi perbuatan itu. Lalu kita sampaikan juga aturan, di mana tidak diperbolehkan melakukan aktivitas meminta-minta di persimpangan dalam bentuk apa pun. Mungkin selanjutnya mereka akan kita pulangkan,” pungkas Muzakir. (Yoesal)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here