Dirjen Pas Respon Dugaan Pungli di Lapas Tj. Gusta

Posted by on Jan 07, 2019 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Kabar tentang dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) dan jual-beli kamar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Tanjung Gusta, Medan, mendapat respon cepat dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami. Menurut Sri, pihaknya berjanji akan menindak tegas Kalapas Klas I Tanjung Gusta jika informasi yang disampaikan masyarakat itu terbukti benar adanya.

“Kalau dilakukan berita acara, betul. Maka sebagaimana Pak Menteri (Yasonna Laoly-red), sering sampaikan kepada kami, ya dijatuhkan sanksi sesuai PP 53, pasti itu,” tegas Sri Puguh Budi Utami saat dikonfirmasi wartawan via telepon seluler, Jumat (4/1).

Sri yang mengaku sedang umrah di tanah suci, Mekkah, menegaskan, bila mana Kalapas Klas IA Tanjung Gusta terbukti menerima sogok dan atau melakukan pelanggaran lainnya, maka pihaknya akan bertindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Setiap pegawai negeri sipil ketika melakukan pelanggaran sesuai dengan PP 53 itu akan dijatuhkan sanksi,” jelasnya.
Sebelum memberikan sanksi tegas, sambungnya lagi, pihaknya terlebih dahulu melakukan penelitian dan pendalaman atas informasi yang sampai kepada mereka.

“Tentunya dilakukan pendalaman pemeriksaan dulu dari berbagai aspek tentunya, nanti ketika ditemukan betul akan dilakukan tindakan. Tapi untuk lebih pastinya kami akan melakukan komunikasi dulu, barang kali akan lebih tepat kalau bisa menghubungi Pak Junaidi,” kata Sri.

Disebutkannya, kendati sudah dilakukan sidak, pihaknya belum menemukan bukti-bukti adanya permasalahan pada Lapas Tanjung Gusta.

“Pak Lilik baru saja kembali dari Medan. Mengingat adanya orang-orang yang menyampaikan kepada kami, termasuk pertanyaan seperti ini, kami meminta untuk dilakukan pendalaman ke Lapas Klas I Medan. Memang perlu dilakukan penelitian lebih dalam seperti sekarang sedang dilakukan,” timpalnya.

Ditanya soal adanya dugaan sogok dari narapidana agar tidak dikirim dari Lapas Klas I Tanjung Gusta ke Nusakambangan, Sri mengaku tidak tahu.

“Kalau itu, begini ya, sebentar saya komunikasi ke sana (Kalapas Tanjung Gusta, red). Saya kebetulan sedang cuti umroh, sekarang sedang berada di Mekkah. Dan Plh-nya sudah ada, Pak Junaidi dan Pak Dirkamtib yang kami minta untuk melakukan pendalaman, barang kali boleh menghubungi langsung Plh Pak Junaidi,” jawabnya.

Ditanya kembali soal informasi adanya dugaan sogok oleh napi untuk berobat keluar lapas dikenakan biaya puluhan juta rupiah, Dirjen PAS ini malah kebingungan.

“Kalau begitu, sebentar saya telepon Pak Kalapas. Saya pastikan nggak boleh itu terjadi. Saya coba telepon Kalapas,” tutupnya.

Kalapas Klas IA Tanjung Gusta Budi Argap Situngkir saat dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya, membantah keras perihal informasi tersebut.

“Itu tidak benar. Tidak mungkin tahanan memberikan Rp30 juta atau Rp40 juta, hitung aja kalau 3.350 napi di dalam, berapa duit? Ikutlah kalian mencerdaskan masyarakat. Hari gini cara seperti itu, kampungan,” sebutnya.

Mengenai napi yang ingin berobat ke luar lapas mesti menyetorkan uang puluhan juta rupiah juga dibantahnya. “Silakan dicek di rumah sakit. Masih ada empat  orang dirawat, jadi itu semua tidak benar sama sekali,” pungkas Budi. (DA)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here