Disaat Papa Setnov Diam

Posted by on Dec 18, 2017 | Leave a Comment

Drama yang ditampilkan terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto sungguh luar biasa dan menimbulkan kelucuan, sepertinya baru kali ini ada pesakitan pengadilan yang melakukan drama sakit disaat dokter menyatakannya sehat.

Selama sekitar tujuh jam, persidangan hanya berkutat pada pemeriksaan kesehatan pria yang karib disapa Setnov yang sempat juga tersandung kasus ‘Papah Minta Saham’. Dari awal tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Setnov memperlihatkan muka muram.

Ketua umum nonaktif Partai Golkar itu juga harus dipapah pengawal tahanan KPK ketika turun dari mobil tahanan sampai memasuki ruang sidang Koesuma Atmadja.

“Sidang perkara… atas nama Setya Novanto kami buka dan kami nyatakan terbuka untuk umum,” kata Ketua Majelis Hakim Yanto membuka sidang, Rabu (13/12).

Mengenakan kemeja putih, Setnov duduk di antara majelis hakim, jaksa penuntut, dan tim penasihat hukum. Hakim Yanto kemudian melanjutkan dengan mengonfirmasi identitas terdakwa keempat dalam korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

Bukan jawaban yang keluar dari mulut Setnov, itu hanya bergumam di atas kursi pesakitannya. Saat ditanya nama oleh hakim Yanto, dia menjawab pelan, “Setya Novanto.”

Namun, ketika hakim Yanto melanjutkan pertanyaannya, Setnov tak bergeming. Dia kembali bergumam mendapat pertanyaan ketua majelis hakim. Pertanyaan seputar identitas tak dijawab Setnov dengan baik. Hakim pun meminta penjelasan jaksa penuntut KPK.

Meskipun demikian, jaksa penuntut KPK bersikukuh Setnov dalam kondisi sehat dan bisa mengikuti sidang pembacaan dakwaan. Namun, penasihat hukum Setnov, Maqdir Ismail merasa keberatan dan meminta kliennya diperiksa dokter spesialis dari RSPAD Gatot Subroto.

Saling lempar argumen pun terhenti saat Setya Novanto meminta izin pada majelis hakim untuk ke toilet. Ketua Majelis Hakim, Yanto mempersilakan. Setnov pun berdiri dari kursi pesakitannya. Ketua DPR itu mampu berdiri tanpa bantuan, pun saat berjalan. Padahal saat awal duduk dikursi sidang Setya Novanto terlihat dibantu dan dipapah dua petugas.

Selang beberapa menit kemudian, Setnov kembali. Saat itu ketua majelis hakim jeli melihat komunikasi antara Setnov dengan tim kuasa hukumnya.

“Saya lihat bisa bisik-bisik, manggut manggut,” ujar Hakim Yanto kepada Setnov sekembalinya dari toilet.

Setnov tak merespons ucapan hakim itu. Sikap tidak kooperatif kembali dipertontonkan saat hakim mengajukan pertanyaan kepadanya mengenai identitas. Setnov kembali membisu, tak merespon pertanyaan hakim.

Dia bahkan sempat menggerutu saat jaksa penuntut umum berkukuh Setnov sehat sehingga pembacaan surat dakwaan harus dibacakan.

“Saya sudah dua hari ini sakit yang mulia. Tidak dikasih obat,” kata Setnov dengan suara parau.

Namun Jaksa Irene dengan tegas menyatakan “Yang mulia, Jumat, terdakwa diperiksa oleh Dokter KPK yang lain, dokter Sinta keluhannya batuk, bukan diare. Lalu dikasih obat. Lalu semalam pengakuannya 20 kali ke toilet, menurut pengawal rutan hanya dua kali yakni pukul 11 malam dan pukul 02.30 pagi,”.

Setnov pun merespon dengan cepat “tidak benar itu?” tukasnya.

Hakim pun kemudian memanggil dokter yang dihadirkan KPK, pihak Novanto, serta dari Ikatan Dokter Indonesia.  Setelah beberapa saat berdiskusi dengan empat anggota majelis hakim, Hakim Yanto selaku ketua majelis hakim kemudian menunda jalannya sidang.

Hakim memberi kesempatan kepada dokter untuk kembali memeriksa Setya Novanto. Novanto kemudian dibawa ke klinik yang ada di gedung pengadilan. Para dokterpun rame-rame ikut masuk.

Hakim Yanto kembali membuka sidang sekitar pukul 16.49 WIB. Dokter yang telah memeriksa Setnov kembali menjelaskan kondisi kesehatannya. Mereka menyatakan Setnov sehat dan bisa mengikuti persidangan.

‘Drama’ sakit Setnov di ruang sidang tak menghalangi majelis hakim melanjutkan sidang.

“Setelah majelis bermusyawarah secara bulat berdasarkan hasil pemeriksaan dokter pembacaan surat dakwaan saudara dilanjutkan,” kata hakim Yanto.

Hakim Yanto pun memerintahkan jaksa penuntut umum KPK membacakan surat dakwaan. Jaksa Irene mengawali pembacaan surat dakwaan yang terdiri dari 56 halaman tersebut. Setnov hanya tertunduk dengan tangan kiri menutupi wajahnya.

Itulah tingkah laku papa Setya Novanto disaat diam tak mau bicara, pengadilan yang akhirnya sibuk luar biasa, tanpa ada bentakan dan sentilan. Luar biasa memang sang Papa.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here