Diterpa Isu, Azwar Anas Kembalikan Mandat Calon Wagub Jatim Ke PDI-P

Posted by on Jan 08, 2018 | Leave a Comment

Azwar-AnasJakarta -  Kpkpos Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengembalikan mandat penugasan calon Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) ke PDI Perjuangan. Anas sebelumnya diplot untuk mendampingi Syaifullah Yusuf berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kasus mundurnya Anas kabarnya karena adanya beredar foto pria miripnya dengan seorang wanita yang mirip istri Politikus Partai Gerindra, Bambang Haryo, yang mengemuka menjelang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur.

Menanggapi kepastian mundurnya Anas, PKB menyatakan akan langsung melakukan musyawarah dengan PDIP selaku mitra koalisi awal. Dalam musyawarah itu nantinya akan ditentukan apakah PKB akan tetap mengusung Gus Ipul dengan wakil dari PDIP atau justru mengusung Gus Ipul sendiri tanpa berkoalisi. PKB memiliki 20 kursi DPRD yang merupakan syarat dalam mengusung calon.

“Iya nanti akan segera kita musyawarahkan di koalisi untuk menyikapi dengan sebaiknya,” kata Ketua Tim Desk Pilkada PKB Daniel Johan saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (6/1).

Menurut Daniel, pertemuan dengan PDIP akan dilakukan secepatnya. Sebab, pendaftaran Pilkada sudah di depan mata. Sementara itu, Daniel mengaku PDIP belum menyodorkan nama lain sebagai pengganti Azwar Anas. “Belum (sodorkan pengganti Anas)” ujarnya.

Seperti diketahui, melalui pesan singkat, Azwar Anas mengungkapkan dirinya telah mengembalikan mandat penugasan calon Wakil Gubernur Jawa Timur ke PDIP. Dalam pesannya, Anas mengungkapkan, pengembalian mandat ini telah direnungkan secara matang, sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Berikut isi lengkap penjelasan tentang pengembalian mandat tersebut:

Yth. Para Kiai, tokoh masyarakat, kawan-kawan seperjuangan, rekan-rekan pers yang membanggakan, dan seluruh masyarakat Jawa Timur, teristimewa masyarakat Banyuwangi yang sangat saya cintai.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Melalui perenungan mendalam usai sholat Subuh hari ini, dengan memohon pencerahan dan kekuatan dari Allah SWT atas segala dinamika yang terjadi, dengan ini saya menyampaikan beberapa hal.

Berbagai cobaan, godaan kekuasaan, penyuapan, bahkan cara-cara yang tidak manusiawi telah saya lalui dalam hampir dua periode memimpin Banyuwangi, dan alhamdulillah, saya bisa atasi dan masyarakat Banyuwangi memberi apresiasi atas kerja pelayanan saya dengan berbagai indikator perbaikan yang rigid dan terukur, seperti penurunan kemiskinan dan peningkatan pesat pendapatan per kapita rakyat.

Namun ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya.

Untuk itu, demi tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai.

Saya sunguh mengucapkan terima kasih, kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, keluarga besar PDI Perjuangan dan Nahdliyin yang telah memberi kepercayaan kepada saya. Ibu Megawati telah mengajarkan kepada kami semua untuk memegang teguh komitmen terhadap aspek-aspek kepemimpinan.

Akhir kata, saya tetap percaya bahwa mereka yang menggunakan politik segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT. Saya percaya ada nur-keadilan yang akan menerangi hamba Allah yang tidak sempurna ini.

Untuk selanjutnya, saya akan berjuang dengan segenap daya dan upaya, bersama-sama rakyat Banyuwangi, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua sebagaimana telah berhasil kita jalankan dalam hampir delapan tahun terakhir

Padahal sebelumnya, sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan keputusan yang telah diambil partai di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) sudah kukuh. Keputusan tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

“Abdullah Azwar Anas tidak mengundurkan diri. PDI Perjuangan ketika membuat keputusan politik melalui pertimbangan yang matang dan tahapan-tahapan yang jelas. Keputusan sudah diambil partai dan kukuh berdiri di situ,” tutur dia di Menteng, Jakarta, Jumat (5/1).

Walau lebih lanjut Hasto menyatakan bahwa yang bisa membatalkan sebelum waktu pendaftaran, yaitu calon mengundurkan diri atau ada persoalan berhalangan tetap. Kalaupun ada pengunduran diri, kata dia, partai punya pertimbangan sendiri apakah layak dikabulkan atau tidak.

“Ada faktor yang di dalam pertimbangan pusat, layak untuk dikabulkan sekiranya ada pengunduran diri,” tutur dia.(INT)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here