Dua Orang Dicurigai Pelaku Teror Bom Di Rumah Ketua KPK

Posted by on Jan 14, 2019 | Leave a Comment

Jakarta – KoranAntiKorupsi Kediaman Ketua KPK, Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mendapat ancaman teror bom, kabarnya pelaku teror bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif terdiri dari dua orang. Namun, wajah pelakunya tidak terlihat, karena ditutup menggunakan helm.

Teror sebelumnya menyasar kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi. Ada benda berbahan paralon yang menyerupai bom dikirim ke kediamannya.

Aksi serupa terjadi di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Rumah Laode yang berada di Kalibata dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal

“Saya sudah sempat bertanya ke Laode M. Syarif, pelakunya ada dua orang dan naik motor. Kemudian wajahnya ditutup dengan helm. Informasi ini terungkap dari kamera CCTV,” ujar Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo ketika memberikan keterangan pers pada Rabu malam kemarin.

Ia kemudian menduga ada kesamaan pola yang digunakan oleh pelaku teror di rumah Syarif dengan aksi penyiraman air keras yang menimpa penyidik Novel Baswedan pada 2017 lalu. Kesamaannya terlihat dari jumlah pelaku eksekutor berjumlah dua orang.

“Maka, kami menyimpulkan pelaku berasal dari jaringan yang sama, sehingga mereka tetap berani meneror pimpinan KPK. Kalau ini tidak terungkap, maka besok yang menjadi korban teror bisa ada jaksa, penyidik dan pegawai KPK lain yang sedang bertugas lalu diteror,” kata dia lagi.

Begitu juga dari hasil dari analisa Critical Design Riview (CDR) alias rekaman CCTV, pihak Kepolisian mencurigai dua orang yang berboncengan sepeda motor sebagai pelaku yang menaruh bom paralon yang dinyatakan palsu di kediaman Ketua KPK Agus Rahadjo.

“Dugaan baru dua orang,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/1).

Dedi menjelaskan, sebelum ditemukannya bom paralon palsu ada dua orang yang sempat menanyakan rumah RT setempat kepada pedagang bubur yang mangkal di sekitar rumah Agus.

“Itu lagi dicoba digambar sketsanya oleh ahli sketsa. Itu kerja sama dengan Inafis nanti Inafis akan memasukan ke dalam komputer, komputer itu nanti akan membuat rekam wajah secara digital. Nanti kalau bisa dicocokan dengan foto-foto yang ada di KTP elektronik itu nanti akan dipadukan,”

Selanjutnya, sambung Dedi, tim akan menggandeng saksi ahli ITE untuk menganalisa hasil dari pendalaman rekaman CCTV, kemudian setelah menemukan petunjuk atau informasi orang-orang yang dicurigai selama satu minggu kebelakang sebelum kejadian polri akan bekerjasama dengan Kemenkominfo guna menelusuri  Siapa yang berkomunikasi dalam satu minggu di areal itu.

“Nanti jaring laba-labanya satu persatu lagi. Analisa satu persatu lagi. Kalau sudah betul-betul kuat dan lengkap baru penyidik tim berani melakukan suatu upaya paksa biar kita ga ragu-ragu di lapangan,” urai Dedi.

Selain mengamankan CCTV, polisi juga telah memeriksa enam orang saksi, yakni dua orang diantaranya diperiksa atau dimintai keteranganya langsung di Polda Metro Jaya.

“Dua orang ini, dianggap dekat dengan TKP, sementara 10 lainya diperiksa di lokasi,” terang Dedi.

Catatan Teror Terhadap KPK

Di medio tahun 2009, Ketua KPK ketika itu yakni Antasari Azhar diteror sesorang dengan mendatanginya dan mengintimidasinya supaya tidak melakukan tindakan hukum kepada seseorang.

Lalu kemudian pada tahun 2015 di bulan Februari, Wakil Ketua KPK saat itu, Bambang Widjojanto berujar sejumlah penyidik KPK dan keluarga mendapat ancaman pembunuhan.

Tak hanya teror secara lisan, bahkan sudah teror ancaman kekerasan seperti yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan di 11 April 2017.

Sepupu Gubernur Anies Baswedan itu disiram air keras di dekat rumahnya di Kelapa Gading usai melaksanakan salat Subuh. Kasusnya hingga kini masih tahap penyelidikan, belum menemukan pelakunya.

Sebelum Novel teror kekerasan itu juga dialami Kompol Afip Julian Miftah. Dia mendapat teror berupa bungkusan mirip bom serta mobilnya disiram air keras dan bannya digembosi.

Kini dua pimpinan yakni Agus Rahardjo dan La Ode Syarif mendapat ancaman teror. Agus sendiri mendapat teror kiriman benda mirip bom pipa dan La Ode rumahnya dilempar bom molotov.

Dari serangkaian teror itu, belum ada satu pun pelakunya bisa diungkap.(INT)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here