Dua Tersangka Korupsi Furniture RSUD Pijay Ditahan

Posted by on Oct 29, 2018 | Leave a Comment

Dua tersangka korupsi formiture alat rawat inap RDUD Pijay.

Dua tersangka korupsi formiture alat rawat inap RDUD Pijay.

Pidie Jaya – KoranAntiKorupsi Kejaksaan negeri Pidie Jaya (pijay) Rabu kemarin menahan dua tersangka korupsi pengadaan peralatan furniture RSUD Kabupaten Pidie Jaya. Kedua tersangka tersebut yaitu Hasan Basri dan Jailani. Kerugian negara pada pekerjaan pengadaan furniture nurse station itu mencapai Rp 250 juta dari nilai kontrak sebesar Rp 573 juta yang dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016.

Disebutkan motif keduanya menjadi tersangka, karena diduga dana yang ditarik tersangka sudah mencapai 100 persen ternyata pekerjaanya belum dipenuhi sesuai dengan dana yang telah ditarik. oleh sebab itu keduanya ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan dengan pertimbangan tidak menghilangkan Barang Bukti (BB) serta dikhawatirkan melarikan diri. ungkap Kajari Pijay Basuki Sukardjono melalui kasi Intel Sutrisna kepada awak media Rabu kemarin di kantor kejaksaan negeri setempat.

Guna kepentingan penyidikan, kedua tersangka ditahan di rumah tahanan (rutan) kelas II B Sigli selama 20 hari, terhitung dari tanggal 24 Oktober sampai 18 November 2018.

Kasi Intel Kejari setempat menjelaskan, Hasan Basri melakukan tindak pidana korupsi dengan cara mengendalikan perusahaan CV Aceh Daroy Indah selaku pemenang proyek pengadaan barang pada RSUD Pidie Jaya. Sejatinya, CV tersebut milik istri Hasan Basri yaitu Khairunisa.

Namun lanjutnya, Hasan Basri meminjamkan perusahaan serta menyetujui pengadaan furniture nurse station yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp 573 juta kepada tersangka Jailani.

“CV Aceh Daroy Indah dikendalikan oleh Hasan Basri, pekerjaan pengadaan peralatan rawat inap yaitu pekerjaan furniture nurse station itu dikerjakan oleh Jailani. Pembayaran progres pekerjaan sudah 100 persen, tetapi pekerjaan tidak terlaksana, sehingga menyebabkan kerugian negara, perhitungan kerugian negara sementara dari tim penyidik sekitar Rp 250 juta,” jelasnya.

Penetapan serta penahanan kedua tersangka itu tim penyidik Kejari Pidie Jaya telah memeriksa 22 orang saksi dan satu orang saksi ahli. Penyidik menyangkakan kedua tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2), ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 kitab undang-undang hukum pidana ungkap Sutrisna. (YAN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here