Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah Di Dinkes Labuhanbatu

Posted by on Feb 26, 2018 | Leave a Comment

Kantor-Dinkes-Kab-LabuhanbatuLabuhanbatu – KoranAntiKorupsi Dugaan kasus korupsi menimpa Dinas Kesehatan Labuhan Batu, mulai pengelolan dana didinas tersebut hingga adanya dugaan pungli terkait penerimaan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang dibandrol hingga puluhan juta rupiah.

Dugaan ini timbul dikarenakan pada pusat pelayanan kesehatan yang tersebar di Kabupaten Labuhanbatu, seperti di puskesmas-puskesmas masih ditemui kekurangan obat dan sarana prasarana kesehatan sehingga pasien yang datang berobat, kerap hanya merujuk perawatannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuhanbatu dan hanya diberi obat sekenanya untuk 1 hari saja.  Tidak itu saja, bahkan beberapa Puskesmas disebut–sebut menelantarkan Pasiennya.

Ironinya keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Poliklinik Bersalin Desa (Polindes), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar dseluruh pelosok Labuhanbatu dan sebelumnya dibangun dengan nilai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah seperti kurang berfungsi sama sekali dan hanya berdiri sebagai bangunan mubazir dan pemborosan tenaga medis, sedangkan pukesmas Keliling, hingga kini juga belum mampu menjangkau Kebutuhan Kesehatan Masyarakat Labuhanbatu.

Kasus yang dirasa kekurangan obat tentu sangat miris dikarenakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) telah menyalurkan milliaran rupiah Dana Talangan untuk Bidang Kesehatan, guna mendukung Operasional Pelayanan Kesehatan dalam rangka Pencapaian Program Kesehatan Prioritas Nasional, khususnya Kegiatan Promotif Preventif sebagai bagian dari upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat, dalam bentuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Dari informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, pada Tahun Anggaran (TA) 2017 lalu, Pemerintah Pusat lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada Pos Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik telah mengalokasikan Dana BOK untuk Kabupaten Labuhanbatu melalui Dinas Kesehatan senilai Rp.6.840.772.000,-. terdiri dari : 1.Dana untuk DISTRIBUSI OBAT dan E-LOGISTIK senilai Rp.99.092.000,- 2.Dana BOK untuk Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) KABUPATEN Rp.742.421.000, 3.BOK PUSKESMAS dan Jajarannya Rp.5.999.259.000,-.

Dengan besarnya nilai anggaran tersebut tentu menimbulkan tandatanya jika pelayanan Kesehatan melalui Dinas masih saja tetap memprihatinkan sehingga akhirnya dipenuhi dugaan adanya tindak pidana korupsi, Untuk itu perlu diadakan diaudit oleh Lembaga maupun Instansi berwenang secara cermat.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kadis Kesehatan Tinur Bulan melalui telepon seluler beliau tidak mengangkat dan saat di short message tidak menjawab, sementara Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Dr Raja Lottung Ritonga diruangan kerjanya belum lama ini mengatakan, bahwa dirinya tidak tau menahu tentang itu. Sebab, kejadian tersebut masih dijabat oleh Kabid yang lama. Sedangkan dirinya, baru menjabat Kabid Yankes terhitung Desember 2017.

“Tidak Tau Menahu saya itu, saya disini sudah diakhir tahun, Bulan Desember 2017”, ungkap Raja Lottung Ritonga.

Pihaknya juga menyarankan, agar hal tersebut dikonfirmasi kepada Sekretaris Dinas Kesehatan maupun Kadis atau langsung kepada yang bersangkutan Mantan Kabid Yankes Daniel Manurung, ucap Raja Lottung Ritonga berusaha menghindar dari pertanyaan Wartawan, kendatipun mengakui jika dirinya yang harus bersusah payah membuat pertanggungjawaban Bidang Yankes Tahun 2017.

Sekretaris Dinas Kesehatan Dr Jubeltin saat dikonfirmasi beberapa wartawan di ruangannya seputar hal ini, mengakui dengan nada miris dan tak habis pikir,  jika saat ini masih juga ada ditemukan Puskesmas yang Kekurangan Obat. Tapi, menurutnya, ke depan hal seperti itu jangan terjadi lagi.

“Ya, gimana bisa Puskesmas kehabisan obat. Kedepan kita akan upayakan pembenahan jangan sampai terjadi lagi hal yang demikian”, ucapnya.

Mantan Kabid Yankes yang sekarang menjabat sebagai Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Daniel Manurung yang juga mantan narapidana Korupsi saat dipertanyakan terkait ini, dengan tegas membantah bahwa hal itu tidak benar.

Menurutnya, justru Bupati Labuhanbatu sangat peduli akan Pelayanan Kesehatan dan telah menginstruksikan kepada Pihak Dinas Kesehatan untuk tetap menjaga dan meningkatkan Pelayanan Kesehatan tanpa terkecuali, tapi fakta berkata lain.

Perlu diketahui tujuan umum Biaya Operasional Kesehatan (BOK) adalah untuk meningkatkan akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan untuk upaya kesehatan Promotif dan Preventif di Wilayah Kerja, yang dilaksanakan terutama melalui pendekatan keluarga menuju keluarga sehat, Mendukung Pemerintah Daerah dalam menjamin ketersediaan Obat, Vaksin dan BMHP yang bermutu, merata, dan terjangkau di  Pelayanan Kesehatan Dasar Pemerintah.

Tentu saja sasarannya adalah Puskesmas dan jaringannya, Balai Kesehatan Masyarakat (UPT Kabupaten/Kota), Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dengan arah Kebijakan Operasional Bahwa Dana BOK diarahkan untuk meningkatkan Kinerja Puskesmas, Balai Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mendukung Peningkatan Akses Pelayanan  kesehatan masyarakat melalui program Nusantara Sehat, mendukung Kelanjutan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar diwujudkan Desa Bebas Buang Air besar Sembarangan, serta dimanfaatkan untuk peningkatan jangkauan kepada masyarakat dengan mengutamakan Strategi Pendekatan Keluarga untuk mewujudkan keluarga sehat secara efisien dan efektif.

Pemanfaatan dana BOK bersinergi dengan sumber dana lain dengan menghindari duplikasi dan tetap mengedepankan akuntabilitas dan transparansi, Dana BOK untuk Biaya Distribusi Obat, Vaksin dan BMHP  dimanfaatkan untuk membantu menjamin Obat, Vaksin dan BMHP  tersedia dalam jumlah yang cukup di Puskesmas, Dana BOK untuk biaya pemanfaatan sistem e-logistik bertujuan untuk memastikan ketersediaan Obat, Vaksin dan BMHP di Daerah, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemantauan ketersediaan Obat di Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota.(hah)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here