Dugaan Korupsi PLN Segera Disidangkan

Posted by on May 19, 2014 | Leave a Comment

Medan – Kpkpos Perkara dugaan korupsi pada proyek di pembangkit PLN di Belawan, segera disidangkan. Pengadilan Tipikor Medan sudah menerima berkas enam terdakwa.

Keenam orang yang akan didakwa dalam perkara ini masing-masing Chris Leo Manggala, mantan General Manager PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (Kitsbu); Surya Dharma Sinaga, Manager Sektor Labuan Angin; dan Supra Dekanto, Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia/mantan Direktur Utama PT Nusantara Turbin dan Propolasi; M Bahalwan, Direktur Operasional PT Mapna Indonesia, serta Rodi Cahyawan dan Muhammad Ali, pegawai PT PLN Kitsbu.

“Sidang perdana akan dimulai pada Selasa (20/5) pekan depan,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Medan Nelson Japasar Marbun kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (16/5).

Nelson menambahkan, akan ada dua sidang terpisah dalam perkara ini. Persidangan pertama dengan terdakwa Rodi cahyawan, Supra Dekanto dan M Bahalwan. Sementara Chris Leo, Surya Darma dan Muhammad Ali diadili dalam satu sidang lainnya.

“Ada 5 hakim dalam tiap majelis, karena dugaan kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun,” jelasnya.

Majelis hakim yang akan mengadili terdakwa M Bahalwan dkk akan dipimpin SB Hutagalung. Sementara itu, Jonner Manik akan menjadi ketua majelis hakim dalam persidangan dengan terdakwa Chris Leo dkk.

Keenam orang yang akan disidangkan sebelumnya disangka melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan flame turbine pada pekerjaan Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine (GT) 2.1 dan GT 2.2 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sektor Belawan. Kerugian fisiknya berkisar Rp 337,4 miliar.

Negara juga dinilai telah dirugikan dalam bentuk energi. Sebab, seharusnya pekerjaan LTE itu menghasilkan output listrik 132 MW, namun kenyataannya yang diproduksi hanya 123 MW.

Dari hasil audit yang telah dikonversi ke uang, kerugian negara akibat kekurangan energi ini sekitar Rp 2,007 triliun lebih. Total kerugian negara menjadi Rp 2,3 triliun.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan Jufri Nasution mengatakan, perkara korupsi PLTGU Belawan akan ditangani tiga orang Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ingen Malem akan menjadi ketua tim dibantu jaksa Rehulina Purba dan Oki Yudhatama.

Dalam perkara ini, jaksa menjerat para tersangka dengan Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Selain itu, mereka juga akan dikenakan Pasal 5 UU Nomor 8/2009 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (net)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here