Eks Anggota DPR Amin Santono Divonis 8 Tahun Penjara

Posted by on Feb 11, 2019 | Leave a Comment

Jakarta-KoranAntiKorupsi Mantan anggota DPR Amin Santono divonis 8 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Amin terbukti bersalah menerima suap untuk mengupayakan alokasi tambahan Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang dalam APBN tahun 2018.

“Menyatakan terdakwa Amin Santono telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah secara melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata ketua majelis hakim M Arifin saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin.

Amin menerima suap Rp 3,3 miliar yang diperolehnya dari Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman dan Direktur CV Iwan Binangkit Ahmad Ghiast. Uang itu untuk mengupayakan alokasi tambahan Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang dalam APBN tahun 2018.

Kasus ini bermula saat Amin dikenalkan pada konsultan Eka Kamaludin, yang berperan sebagai perantara dalam kasus ini. Dalam beberapa pertemuan, Amin sepakat dengan usulan Eka untuk mengupayakan beberapa kabupaten atau kota mendapatkan tambahan anggaran dari APBN.

Setelah terjadi kesepakatan dengan Eka, hakim mengatakan Amin meminta fee 7 persen dari total anggaran yang nantinya diterima. Untuk memperlancar urusannya, Amin juga menemui Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

Amin, dikatakan hakim, memerintahkan Eka meminta uang kepada Ahmad Ghiast sebesar Rp 510 juta dan Taufik sebesar Rp 2,8 miliar. Uang tersebut diterima melalui rekening Eka.

“Bahwa unsur menerima hadiah atau janji terpenuhi secara hukum,” kata hakim.

Selain hukuman pidana, hakim mencabut hak politik Amin untuk dipilih publik selama 3 tahun setelah menjalani pidana. Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Amin dengan membayar uang pengganti Rp 1,6 miliar. Jika tidak diganti sesuai waktu hukum tetap, jaksa akan menyita dan melelang aset Amin. Apabila harta benda tidak mencukupi, dipidana 1 tahun penjara.

Amin terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Perantara Divonis 4 Tahun

Sementara itu Perantara suap Amin Santono, Eka Kamaludin, divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan. Eka Kamaludin terbukti bersalah menerima uang suap untuk anggota DPR Amin Santono.

“Menyatakan terdakwa Eka Kamaludin telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah secara melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama,” kata ketua majelis hakim Rustiono.

Uang suap diberikan kepada Amin agar mengupayakan alokasi tambahan Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang dalam APBN Tahun 2018.

Hakim menyebut Eka menjadi perantara Amin Santono dalam mendapatkan uang suap senilai Rp 3,6 miliar. Perkenalan Eka dengan Amin berawal dari anak Amin, Yosa Octora Santono, ketika akan maju dalam Pilkada Kabupaten Kuningan.

Kemudian Eka bersepakat dengan Amin ‘bermain’ anggaran melalui proposal pengajuan tambahan anggaran untuk daerah. Eka dan Amin bekerja sama dengan anggota DPRD Kabupaten Kuningan Iwan Sonjaya.(DTC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here