Fredrich Yunadi Menunggu Hari Pengadilan

Posted by on Feb 05, 2018 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos Pengacara Fredrich Yunadi nampaknya tinggal menunggu hari untuk diadili. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan surat dakwaan dan berkas kasus dugaan merintangi penyidikan perkara e-KTP yang menjerat mantan Ketua DPR, Setya Novanto yang menjerat Fredrich ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB JPU KPK telah menyerahkan dakwaan dan berkas perkara FY ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/2).

Dengan pelimpahan ini, Jaksa KPK tinggal menunggu penetapan PN Jakarta Pusat mengenai jadwal dan majelis hakim yang memimpin persidangan.

“Selanjutnya kami menunggu jadwal persidangan,” kata Febri.

Dalam surat dakwaan ini, Jaksa KPK telah membeberkan seluruh perbuatan Fredrich untuk merintangi penyidikan perkara korupsi e-KTP yang menjerat Novanto sudah dijabarkan dalam surat dakwaan Fredrich. Untuk itu, Jaksa bakal memaparkan isi dakwaan dan membuktikan dakwaan dalam persidangan yang bakal digelar dalam waktu dekat ini.

“Seluruh perbuatan dugaan merintangi penanganan kasus KTP-el telah diuraikan di sana dan akan dibuktikan lebih lanjut di persidangan,” katanya.

Dengan pelimpahan ini, gugatan praperadilan yang diajukan Fredrich untuk melawan KPK terancam gugur. Sidang perdana gugatan ini rencananya bakal digelar PN Jaksel pada Senin (5/2). Namun, Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP menyebutkan ‘dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa ?oleh pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai maka permintaan tersebut gugur.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015 menyatakan, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

Diketahui, KPK menetapkan Fredrich dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Novanto. Keduanya diduga kongkalikong agar Novanto dapat dirawat di RSMPH untuk menghindari pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh penyidik KPK.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(BBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here