Gubernur dan Bupati Jadi Tersangka OTT

Posted by on Jul 09, 2018 | Leave a Comment

KPK Terobos Aceh

OTTBanda Aceh – KoranAntiKorupsi Adanya gelagat korupsi di Aceh tercium oleh Komisi pemberantasan korupsi (KPK). Kecurigaan itu dibuktikan pada selasa malam pekan lalu oleh KPK. Didua tempat terpisah KPK menangkul melalui operasi tangkap tangan (OTT) dua pimpinan daerah yaitu gubernur aceh IY dan Bupati kabupaten Bener Meriah AH.

Selain itu juga kpk menangkap 2 orang lainya yang disebut sebagai perantara penerima yaitu Hendri Yuzal selaku ajudan IY dan Syaiful Bahri(Kontraktor).

Pasca OTT gubernur Aceh yang di bawa ke Mapolda Aceh sedangkan Bupati Bener meriah AH di amankan di Mapolres Bener Meriah sempat membuat gempar masyarakat setempat.

Barang bukti uang yang disebut sebut sebagai ijon fee proyek dari Dana Otonomi Khusus Aceh 2018 lkut disita lembaga anti rasuah. Menurut wakil ketua KPK Basariah Panjaitan ketika memberikan keterangan pers bahwa uang sejumlah 500 juta yang diberikan merupakan ijon proyek Dana otonomi khusus yaitu fee proyek di kabupaten Bener meriah.

Rabu paginya(4/7) Gubernur IY dari Mapolda Aceh diterbangkan ke Jakarta melalui bandara Sultan Iskandar Muda dengan pengawalan ketat. IY dibawa dari Mapolda Aceh ke bandara dengan menaiki mobil Barakuda.

Direktur LSM Redelong Institute Fakhruddin kepada wartawan mengatakan kuat dugaan OTT tersebut terkait dengan proyek jalan Pondok Baru-Redelong kabupaten Bener Meriah dengan pagu anggaran Rp 20 milyar yang bersumber dari Otonomi Khusus 2018.

walaupun dikabarkan Gubernur dan seorang bupati ditanah rencong itu tidak mengakui kesalahan dalam OTT tersebut, namun usai proses pemeriksaan keempatnya yaitu Gubernur IY ,Bupati Bener Meriah AH, HY (Ajudan Gubernur) dan SB (kontraktor) memakai keluar dengan menggunakan rompi oranye pertanda ditetapkan jadi tersangka dan ditahan untuk selama 20 hari kedepan.

Gubernur aceh Irwandi yusuf memimpin aceh selama 2 priode yaitu priode 2007 – 2012 dan Priode 2017 – 2022. Namun priode ini baru setahun memimpin ditetapkan jadi tersangka oleh KPK karna ketangkul OTT. Beberapa kalangan di bumi serambi mekah menyebutkan dengan terjadi OTT terhadap Gubernur Aceh ini dapat membuyarkan istrinya Darwati menjadi calon anggota DPRA pada pileg 2019 mendatang.

Kronologi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan mengungkapkan adapun kronologi operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Aceh pada Selasa (3/7/2018). dimulai pada hari itu tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang sebesar Rp 500 juta dari pihak swasta Muyassir kepada swasta lainnya Fadli di teras sebuah hotel di Banda Aceh.

“MYS (Muyassir) membawa tas berisi uang dari dalam hotel menuju mobil di luar hotel kemudian turun di suatu tempat dan meninggalkan tas di dalam mobil,” kata Basaria dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2018) malam.

KPK menduga Fadli menyetorkan uang tersebut ke beberapa rekening Bank BCA dan Mandiri sebesar masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta. “Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018,” ujarnya.

Pada pukul 17.00 WIB tim KPK mengamankan Fadli dengan beberapa temannya di sebuah kafe di Banda Aceh. Kemudian, kata Basaria, KPK juga mengamankan sejumlah orang lainnya di beberapa tempat terpisah di Banda Aceh. Di antaranya pihak swasta T Syaiful Bahri yang diamankan pada pukul 18.00 WIB di sebuah kantor rekanan. “Dari tangan TSB (T Syaiful Bahri) diamankan uang Rp 50 juta dalam tas tangan,” ujarnya.

Tim KPK turut mengamankan pihak swasta, Hendri Yuzal, dan seorang temannya di sebuah kafe sekitar pukul 18.30 WIB. Selanjutnya tim KPK bergerak ke pendopo gubernur. Di sana, KPK mengamankan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Pihak-pihak tersebut diamankan ke Mapolda Aceh untuk menjalankan pemeriksaan awal. “Secara paralel tim KPK lainnya di Kabupaten Bener Meriah mengamankan sejumlah pihak.

Sekitar pukul 19.00 WIB tim mengamankan AMD (Ahmadi), Bupati Bener Meriah, bersama ajudan dan supir di sebuah jalan di Takengon,” katanya. Baca juga

Pada pukul 22.00 WIB KPK mengamankan pihak swasta lainnya, Dailami, di kediamannya di Kabupaten Bener Meriah. KPK membawa mereka ke Mapolres Takengon untuk menjalani pemeriksaan awal. “Hari ini tim juga memeriksa MYS (swasta, Muyassir) di Polda Aceh,” katanya.

Hari ini, KPK telah membawa Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, dua orang swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri ke gedung KPK. Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Konstruksi perkara Dalam konstruksi perkara, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018.

“Diduga pemberian tersebut merupakan bagian daru komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana DOCA,” ujar Basaria.

KPK Menurut Basaria, pemberian kepada Irwandi dilakukan melalui orang-orang terdekatnya serta orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara. “Tim masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya,” kata dia. (Yan)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here