Guru PKN se- Kabupaten Sukabumi Belajar Antikorupsi di KPK

Posted by on Mar 11, 2013 | Leave a Comment

Audiensi MGMP PPKN Sukabumi 02Sebanyak 90 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) se-Kabupaten Sukabumi bertandang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi untuk belajar tentang KPK dan pendidikan antikorupsi.

“Materi pelajaran PKN salah satunya membahas tentang KPK sehingga kami ingin tahu segala hal tentang KPK. Selama ini kami hanya tahu luarnya saja,” ucap H. Mansur, perwakilan para guru sekaligus Pengawas Pembina Kabupaten
Sukabumi. Rombongan diterima oleh Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, Ryan Harviansyah Utama, Kamis (6/3), di Auditorium KPK, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta.

Dalam paparannya, Ryan menjelaskan bahwa undangundang tentang KPK menyebutkan bahwa KPK menyelenggarakan pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan.

“Munculnya pembahasan tentang pemberantasan korupsi dalam pelajaran PKN merupakan salah satu cara untuk mengenalkan di awal tentang pendidikan antikorupsi,” jelasnya.

KPK telah melakukan berbagai upaya untuk menerapkan pendidikan antikorupsi, di antaranya dengan membuat modul pendidikan antikorupsi pada 2007 yang kemudian disempurnakan dan diserahkan kepada kementerian terkait.

“Namun, ternyata tidak cukup hanya melakukan usaha-usaha yang berkaitan dengan pembelajaran, sehingga pada 2011 KPK mengevaluasi dan membuat panduan penyelenggaraan pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan,”
lanjut Ryan.

Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan antikorupsi di sekolah menyangkut tiga pilar yang harus dipenuhi, yaitu menyentuh manajemen sekolah, memperkaya modelmodel pembelajaran, dan melibatkan partisipasi masyarakat sekolah (komite sekolah), sehingga semua stakeholder pendidikan harus terlibat.

“Pilar-pilar hal tersebut akan berjalan jika ada atap yang menaunginya, yakni karakter sekolah atau karakter yang sedang dibangun sekolah. Dalam hal ini sembilan nilai antikorupsi harus menjadi dasar,” jelasnya.

Nilai antikorupsi yan dimaksud adalah sederhana, kerja keras, mandiri, adil, berani, peduli, tanggung jawab, disiplin, dan jujur. Keteladanan merupakan kunci dalam penerapan nilainilai antikorupsi yang menjadi atap dalam penerapan pendidikan antikorupsi.

“Kuncinya adalah membangun keteladanan, sehingga output dan outcome-nya membentuk zona integritas sekolah, yaitu kawasan bagaimana nilai-nilai integritas dan antikorupsi terimplementasi secara menyeluruh, holistik, dan paripurna, dan aplikatif,” tandas Ryan. (HUMAS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here