Hindari Hoax

Posted by on Oct 15, 2018 | Leave a Comment

Hoax menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’.

Mudahnya mendapatkan informasi saat ini melalui media sosial dengan menggunakan handphone atau telpon genggam sehingga segala sesuatu berita dengan cepat tersebar, sayangnya banyak orang memanfaatkannya untuk tujuan yang salah, melalui berita bohong alias hoax.

Apalagi memasuki tahun politik dalam pemilihan capres, kabar hoax (bohong) benar-benar merajalela, tidak hanya ‘perang’ antar para pendukung calon presiden (capres), bahkan bencana alam pun tidak luput dari sasaran hoax.

Tidak sedikit akibat hoax perpecahan di masyarakat terjadi, kegaduhanpun antar teman dan tetangga bahkan rumah tangga menjadi hiasan hari-hari.

Tentu saja akibat berita hoax ini sedikit banyaknya merugikan banyak orang bahkan waktu dan energi terbuang percuma untuk sesuatu yang dirasa tidak perlu.

Untuk mengambil langkah agar kita jangan termakan isu-isu yang menyesatkan harus bisa lebih cermat dalam menerima informasi, sehingga tidak dengan mudah percaya begitu saja.

Analoginya seperti orang yang terkena berbagai macam kuman dan bakteri, maka orang itu harus memperkuat daya tahan tubuh. Begitu juga dengan hoax, semakin sering mendapat hoax maka kita juga harus meningkatkan daya tahan dan pikiran terhadap hoax.

Untuk menghentikan hoax harus ada dorongan dari diri masing-masing masyarakat. Karena manusia itu secara sadar mengerti bahwa informasi yang beredar terutama di sosial media itu tidak bisa langsung dipercaya 100 persen.

Haruslah dipilah-pilah berita yang didapat dan ditelesuri kebenarannya, kalaupun kita malas untuk itu lebih baik dihindari bahkan bila perlu diabaikan atau tidak diperdulikan sehingga kita juga tidak ikut andil dalam penyebaran berita yang mungkin tidak benar.

Diharapkan juga adanya peran pemerintah dan aparat penegak hukum menyikapi hoax yang muncul di media sosial. Pemerintah dan aparat penegak hukum dinilai mempunyai otoritas dan tanggung jawab lebih untuk memberikan verifikasi terhadap hoax, selain masyarakat.

Mari kita belajar untuk pintar dalam menyiasati berita bukan ikut menjadi penyebar hoax. Perlu diingat akibat berita hoax sudah ada beberapa orang yang dilaporkan polisi dan akhirnya masuk bui. Keluarga merana untungpun tiada.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here