Hukuman Terpidana Kasus BLBI Naik Jadi 15 Tahun

Posted by on Jan 07, 2019 | Leave a Comment

Jakarta – KoranAntiKorupsi Majelis hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman terhadap terpidana perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI, Syafruddin Arsyad Tumenggung.

Dalam amar putusannya, majelis memperberat hukuman eks Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu dari semula 13 tahun menjadi 15 tahun.

Selain itu, Syafruddin juga dipidana denda sejumlah Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

“Putusan PT (Pengadilan Tinggi) DKI dalam kasus BLBI ini, tentu kami sambut baik, karena sudah sesuai dengan tuntutan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Memang, masih ada beda mengenai pidana kurungan pengganti yang jadi tiga bulan,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam pesan singkat, Jumat 4 Januari 2019.

Pada perkaranya Syafruddin divonis bersalah, lantaran terbukti menyalahgunakan wewenang sebagai Kepala BPPN ketika itu, sehingga menguntungkannya maupun pihak lain dan korporasi Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim.

“Bagi kami, hal ini menunjukkan bahwa sejak awal dalam kasus BLBI ini, ketika KPK mulai melakukan penyidikan, penuntutan hingga persidangan, semuanya dilakukan dengan hati-hati dan bukti yang meyakinkan,” kata Febri.

Karena itu, putusan banding dinilai telah menjawab sejumlah perdebatan tentang apakah ini di ranah pidana atau perdata, mengkriminalisasi kebijakan atau tidak, dan hal lainnya.

“Namun, jika pihak terdakwa mengajukan Kasasi, kami pastikan KPK akan menghadapi hal tersebut. Nanti, kami lihat apa sikap pihak terdakwa terhadap putusan PT DKI ini,” tambahnya

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here