Ikhwan Lubis Dituntut 5 Tahun dan Denda Rp1

Posted by on Jan 30, 2017 | Leave a Comment

MANTANMedan – Kpkpos Setelah berkali-kali ditunda, akhirnya sidang dalam agenda tuntutan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) kasus narkoba yang melibatkan mantan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP IKhwan Lubis digelar, Kamis, (26/1) di Pengadilan Negeri Medan.

Dalam sidang yang berlangsung relatif singkat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunitri meminta agar majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik menghukum terdakwa Ikhwan Lubis dengan 5 tahun penjara.

“Meminta agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menghukum terdakwa dengan 5 tahun penjara serta denda sebesar Rp1 miliar subisder 1 bulan kurungan,” ujar JPU Yunitri dalam persidangan.

Tuntutan terhadap Ihkwan Lubis sama dengan tuntuntan dua terdakwa lainnya dalam kasus yang sama yaitu Tjun Hin dan Janti. Namun untuk kedua terdakwa itu, JPU meminta keduanya membayar denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

“Terdakwa dianggap bersalah turut serta melakukan percobaan, pembantuan, atau Permufakatan Jahat untuk melakukan tindak pidana Pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat 1 Jo Pasal 10 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” ungkap JPU Yunitri.

Sementara untuk terdakwa Togiman alias Toge dituntut lebih berat. Dia dituntut 17 tahun penjara dengan denda subsider 3 bulan kurungan. Dalam kasus narkoba, Togiman sebelumnya telah dihukum penjara seumur hidup.

Usai mendengar nota tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik menunda sidang untuk mendengarkan pembelaan (pledoi) dari para terdakwa.

“Jadi gini, mau tak mau karena masa penahanan terdakwa mau habis, besok kita putuskan untuk pembelaan. Kemudian Senin pembacaan putusan,” terang ketua majelis hakim Erintuah Damanik.

Perkara ini berawal dari tertangkapnya Mirawaty alias Achin pada 1 April 2016 sekitar pukul 16.30 WIB. Perempuan ini diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di depan BLK, Jalan Medan-Binjai, setelah sempat kabur saat disergap di parkiran Berastagi Pasar Buah, Jalan Gatot Subroto, Medan. Dari penangkapan itu total ditemukan sekitar 21 kg sabu-sabu dan 44 ribu butir pil ekstasi.

Setelah pengembangan, Hendy (suami Mirawaty), Togiman, Tjun Hin, Janti, serta Agus Salim alias Mr Lim alias Alim, juga diringkus karena disangka turut terlibat.

Dalam proses kasus itu, Togiman yang masih mendekam di Lapas Lubuk Pakam karena kasus narkoba, menghubungi terdakwa Ichwan Lubis. Dia kemudian memerintahkan Tjun Hin alias Ahin untuk berkomunikasi dengan Ichwan. Intinya Togiman minta diuruskan agar tidak dilibatkan dalam kasus tertangkapnya Mirawaty.

Setelah berkomunikasi dengan Ichwan, Tjun Hin memberitahukan kepada Togiman bahwa perwira pertama itu meminta Rp3 miliar. Togiman lantas menghubungi Ichwan dan menawar sampai mereka sepakat di angka Rp2,8 miliar.

Pada Senin, 4 April 2016, Togiman menyuruh kakaknya, Janti, untuk menarik tunai Rp2 miliar. Tjun Hin kemudian mengambil uang itu dari Janti di Jalan Brigjen Katamso Medan.

Tjun Hin juga menambahkan Rp300 juta yang sebelumnya ditransfer Janti ke rekeningnya. Uang dengan total Rp2,3 miliar itu disimpan dalam kardus warna cokelat.

Selanjutnya, Tjun Hin membawa uang itu ke rumah Ichwan di Jalan Tuasan, Medan. Ichwan menyuruh Tjun Hin untuk menaruhnya di gudang samping rumah. Dari sana, Tjun Hin menemui Togiman di Lapas Lubuk Pakam. Togiman kembali menyerahkan Rp300 juta kepada Tjun Hin untuk diserahkan lagi kepada Ichwan.

Selasa, 5 April 2016, sekitar pukul 12.00 WIB, Tjun Hin menyerahkan uang Rp200 juta kepada Ichwan. Penyerahan berlangsung di ruang kerja Ichwan. Sisa Rp100 juta disimpan Tjin Hin. Belakangan dia menyerahkan lagi Rp 50 juta. Total uang yang diberikan kepada Ichwan menjadi Rp 2,550 miliar. (EMC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here