IRT Pembawa Ganja 17 Tahun Penjara

Posted by on Jan 14, 2019 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan dipimpin Dominggus Silaban menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun kepada ibu rumah tangga (IRT) Zuraida Yurida (45), mantan guru TK di Lhokseumawe yang tertangkap tangan di Amplas, Medan saat hendak mengantarkan ganja seberat 12 Kilogram (kg).

Putusan tersebut membuat ibu empat anak itu hanya bisa terdiam. Padahal, pada sidang sebelumnya, terdakwa selalu menangis. Tapi, kali ini, selama duduk di kursi pesakitan ini, Zuraida banyak tertunduk dan terlihat lebih tenang.

Sidang itu berlangsung di Ruang Cakra 6 PN Medan pada Selasa (8/1) sore. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cut Indri karena Zuraida merupakan tulang punggung keluarga dan belum pernah dihukum sebelumnya.

Sebelumnya, Zuraida dituntut 17 tahun penjara, denda Rp 1 Miliar, subsidair 6 bulan kurungan oleh Cut Indri. Zuraida melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mempertimbangkan, pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, terdakwa Zuraida Yurida bersalah tanpa hak melawan hukum, menjadi perantara dalam jualbeli narkotika jenis tanaman. Maka, dengan ini terdakwa harus dihukum sesuai perbuatannya,” ujar hakim Dominggus Silaban.

“Mengadili terdakwa Zuraida Yurida dengan pidana penjara selama 15 tahun, denda Rp 1 miliar, subsidair 6 bulan kurungan, menetapkan barang-bukti dalam perkara ini dirampas untuk dimusnahkan,” tegas Dominggus Silaban.

Usai pembacaan putusan, majelis hakim kemudian menutup sidang tingkat pertama ini. Kepada Zuraida, majelis hakim memberikan hak untuk menentukan sikap selama tujuh hari ke depan.

“Sidang kita tutup, terhadap putusan ini kamu punya hak untuk menentukan sikap, menerima atau banding dalam tujuh hari ke depan,” ujar Dominggus.

Zuraida mengaku melakukan aksi jahatnya mengirimkan 12 Kg ganja ke Pekanbaru, Riau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia tergiur dengan upah Rp 4 juta dari seseorang berinisial M (buron).

Zuraida ditangkap personel kepolisian di loket bus Rapi Jalan SM Raja Medan pada 17 Agustus 2018 lalu. Zuraida berencana mengirimkan barang haram tersebut kepada seseorang yang diperintahkan M.

Kepada wartawan, saat dipapah petugas, Zuraida mengaku memiliki 4 anak yang masih sekolah. Dia bekerja karena kebutuhan dan berpisah dengan suaminya selama 8 tahun.

“Anak tertua umurnya 15 tahun dan yang paling kecil usianya 8 tahun. Berpisah dengan suami karena selama ini suami tak pernah berikan kesempatan bekerja,” ucapnya.

“Barang haram tersebut disuruh oleh seseorang. Saat tiba di Pekanbaru baru dikabari ke siapa barang itu akan diantarkan,” pungkasnya.

Kini, pendidikan sarjana tarbiyah di salah satu universitas di Lhokseumawe Aceh yang hendak ditamatkan Zuraida harus tertunda. Dia mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya terlebih dahulu di Sel Lapas Klas IIA Perempuan Tanjung Gusta Medan. (AFS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here