Istri Kedua Bakar Suami Ketiga

Posted by on May 20, 2013 | Leave a Comment

Wanita Sadis Di Aceh Tamiang

Langsa – Kpkpos  Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Begitulah malangnya nasib Ruswito (44) penduduk jalan AMD Dusun Kede Rambe desa Gedubang Jawa Kecamtan Langsa Baro, Kota Langsa.

Walau kejadiannya sudah berselang lebih dari satu bulan, namun apa yang dialami Ruswito menarik untuk kaji ulang. Pada  1 Mei 2013 lalu ia (Ruswito) dibakar istri keduanya berinisial Er alias Eli, dengan menyiramkan minyak tanah ke tubuh suami ketiganya (Ruswito). Akibat pembakaran itu, bagian belakang badannya dan tangan kanannya melepuh akibat luka bakar.

Er alias Eli tinggal bersama orang tuanya bernama Kasih di desa Matang Tepah Kecamatan Bendahara Aceh Tamiang. Diduga penyebab kejadian ini hanya kecemburuan Eli terhadap Ruswito yang pulang ke rumah istri tuanya Sumiati di Jalan Amd Gedubang Jawa Kota Langsa.

Atas kejadian ini pihak keluarga Ruswito malam kejadian itu langsung melaporkan kasusnya ke Polres Aceh Tamiang dengan tanda bukti lapor No : TBL/57/V/2013/SPKT. Tertanggal 2 Mei 2013. Laporan ini dikuatkan hasil visum dari Dr.Suci Filhumasyah dari RSUD Aceh Tamiang.

Ironisnya, hingga berita ini naik mesin, polisi belum menangkap pelaku. Namun ada tanda-tanda bahwa pihak Datok Penghulu Desa Matang Tepah akan berkunjung ke kediaman Ruswito guna menempuh jalan damai.

Kronologi Kejadian

MENURUT cerita Ruswito kepada KPK Pos, pada 1 Mei 2013 lalu sekira pukul 20.00 WIB, datang dua orang suami istri warga Matang Tepah bernama Memet dan istrinya bernama Nely ke rumah Ruswito. Kedua suami istri tersebut meminta Ruswito menemui istri keduanya yang sedang menunggu di jalan yang tidak jauh dari rumah Ruswito.

Kemudian Ruswito pun menemui istri keduanya Eli atas ajakan kedua suami istri tadi. Setelah berbincang – bincang Ruswito diajak pulang ke Matang Tepah Aceh Tamiang yang berjarak 20 km dari ke diamaan Ruswito di desa Gedubang Jawa kota Langsa.

Dalam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, mereka hanya berdialog soal tidak setujunya Eli karena Ruswito pulang ke rumah istri tua. Sesampinya mereka di rumah Eli di desa Matang Tepah sekira pukul 22.00 WIB, Eli terlebih dahulu masuk ke dalam rumah, sambil mengatakan kepada Ruswito bahwa Eli akan membuat kejutan kecil kepada Ruswito.

Sedangkan Ruswinto masih mendorong sepeda motor untuk dimasukkan ke dalam rumah. Ketika Ruswito masuk ke dalam rumah, di ruang dapur tiba – tiba Eli menyiramkan minyak tanah ke tubuh Ruswito dan langsung menyulutnya dengan mancis sehingga Ruswito terbakar.

Dalam keadaan tubuh terbakar Ruswito sempat membuka bajunya sembari minta tolong yang disaksikan oleh mertua perempuan bernama Kasih. Dalam keadaan kesakitan, Ruswito berlari menuju desa tetangga melalui persawahan. Sesampai di rumah salah seorang warga desa tetangga, Ruswito minta tolong dan warga yang tidak dikenalnya itu memberikan uang sejumlah Rp17 ribu untuk ongkos pulang menuju ke rumah istri tua.

Sekira pukul 24.00 WUB, Ruswito sampai di rumah istri tua dalam keadaan luka bakar di tubuhnya. Melihat kejadian itu, istri tua Ruswito bernama Sumiati dan keluarganya langsung melaporkan kejadiannya ke Polres Aceh Tamiang.

Sementara Ruswito langsung dibawa ke RS Cut Nyak Dhien di Kota Langsa guna perawatan.  Walau sudah dilaporkan, namun hingga kini Eli belum juga ditangkap pihak Polres Aceh Tamiang.

Demikian Ruswito dan keluarganya memberikan keterangan kepada KPK Pos menyambangi rumahnya di Aceh Tamiang.

Sumber-sumber yang layak dipercaya di desa Matang Tepah Kecamatan Bendahara Aceh Tamiang menyebutkan bahwa Eli adalah seorang wanita yang sadis, karena suami keduanya bernama Buyung juga pernah disiram bahan bakar ke tubuhnya dengan maksud akan membakarnya, namum buyung sempat lari dan meninggalkannya.

Setelah kejadian itu, Eli menikah siri dengan Ruswito. Sementara suami pertama Eli juga meninggalkanya begitu saja setelah memperoleh seorang anak. Eli juga pernah masuk bui di LP Kuala Simpang dalam kasus narkoba.

Penyidik pembantu Polres Aceh Tamiang yang menangani kasus ini ketika dihubungi KPK Pos melalui HP tidak mengangkat, guna konfirmasi sampai di mana proses kasus tersebut.. Walaupum ada tanda tanda pihak Datok Penghulu untuk menempuh jalan damai. (TIM)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here