Jadi Kurir Sabu, Empat Wanita Aceh Tersenyum Divonis 11 Tahun

Posted by on Jul 02, 2018 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Pemandangan tak menunjukkan rasa penyesalan diperlihatkan empat wanita kurir 1 kg narkotika jenis sabu-sabu. Mereka malah tersenyum meski dijatuhi hukuman masing-masing 11 tahun penjara dalam persidangan di ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/6).

Dalam sidang yang diketahui majelis hakim J Simanjuntak itu, terungkap keempat terdakwa yang kerap mengumbar senyum itu menyembunyikan barang haram tersebut di sandal dan sepatu yang mereeka bawa.

Selain itu, keempat terdakwa masing-masing Fauziah Ishak (36), warga Desa Pulau Lawang Kecamatan Peu Dadah Kabupaten Bireuen Aceh Utara, Darwati Ajalil (38), warga Desa Buket Paya Kecamatan Peu Dadah, Kabupaten Bireuen Aceh Utara, Nurlaila (45), warga Desa Pulau Lawan Kecamatan Peu Dadah, Kabupaten Bireuen Aceh Utara dan Yisniari (20) warga Desa Keude Alue Reheng Kecamatan Peu Dadah, Kabupaten Bireun Aceh Utara juga dijatuhi pidana denda senilai Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.

“Menyatakan keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak dan melawan hukum memiliki serta¬† menguasai narkotika golongan I bukan tanaman seberat 1 Kg sesuai dakwaan subsidair. Menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa selama 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan,” ujar Hakim.

Ketua Majelis Hakim J Simanjuntak mengatakan, keempat terdakwa tersebut dinyatakan bersalah melanggar Pasal 114, dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Pasal 114 UU Nomor 35/2009 tersebut terkait unsur jual beli narkotika. Sementara Pasal 112 terdapat unsur memiliki atau menguasai narkotika tanpa hak,” ucap majelis hakim sembari mengetuk palunya menutup sidang. Sebelumnya, menanggapi putusan itu, empat terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jois Sinaga menyatakan terima.

Terdakwa dan JPU merasa hukuman yang dijatuhkan hakim sudah maksimal. Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dibanding tuntutan jaksa.

Sebelumnya, JPU meminta keempat terdakwa dijatuhi 16 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan. Selama proses persidangan, keempat terdakwa terus didampingi penasihat hukum karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara. Bahkan, dalam persidangan itu pengacara yang mendampingi keempat terdakwa tampak tersenyum mengetahui para terdakwa divonis 11 tahun penjara.

Sekedar untuk diketahui Polsek Medan Helvetia berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu, yang dilakukan empat wanita asal Aceh. Barang haram itu dikemas dalam plastik yang diselipkan dalam sandal dan sepatu yang dipakai ke empat wanita tersebut. Mereka ditangkap di salah satu hotel Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Medan.(AFS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here