Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Matang Ulim ‘Kabur’

Posted by on May 03, 2019 | Leave a Comment

Lhokseumawe – KoranAntiKorupsi Polres Lhokseumawe Aceh menetapkan plt Kepala Desa (keuchik) gampong Matang Ulim kecamatan Samudra, Aceh Utara menjadi tersangka dalam kasus korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 senilai Rp 325 juta.

Terbongkarnya kasus tersebut ketika pergantian keuchik baru pada saat serah terima. Hingga kini Geuchik itu dalam status buronan polisi setempat, karena pasca ditetapkan jadi tersangka, IL kabur dan menghilang entah kemana.

Kapolres  Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan  melalui Kasat reskrim Indra Trinugraha Herlambang membenarkan Keuchik tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, “namun kita belum berhasil menangkapnya karena pelaku sudah melarikan diri,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrimnya Selasa pekan lalu.

Dikatakanya, sebelumnya pelaku yang tercatat sebagai pegawai di Pemko Lhokseumawe itu dilaporkan oleh warga ke polisi pada Maret 2018, setelah mengetahui uang senilai Rp 325 juta dari total Rp 865 juta APBG 2017 dibawa kabur tersangka.

Sebelumnya saat melakukan penyidikan, kita juga sudah memanggil sejumlah saksi dari warga dan aparat desa setempat untuk dimintai keterangan guna mendalami kasus ini,” setelah menemukan bukti yang cukup, pihaknya langsung menetapkan Plt oknum keuchik tersebut sebagai tersangka dalam kasus itu.

Dampak dari perbuatan pelaku, proyek pembangunan balai pembelajaran masyarakat, dan dua unit rumah dhuafa tak bisa direalisasikan.

“Kita juga sudah meminta Inspektorat Aceh Utara untuk menghitung realisasi fisik guna mendapatkan berapa kerugian negara dalam kasus tersebut. Dan menurut hasil hitungan sudah ada kerugian negara sekitar Rp 300 juta lebih,” ungkapnya.
Ditambahkannya bahwa untuk penetapan Plt Keuchik sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sudah dapat dilakukan, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus itu sendiri mulai terungkap setelah dilantik keuchik baru yang menggantikan IL pada 21 Januari 2018 lalu. Namun, setelah pelantikan keuchik baru tersebut, IL yang menjadi Plt keuchik sebelumnya sudah menghilang dari desa. Dana tersebut ditarik secara bertahap mulai dari 24 Agustus sampai 29 Desember oleh bendahara, dan kemudian diserahkan kepada Plt keuchik yang kabur itu.

“Ini diketahui berdasakan hasil print tabungan giro desa,” tutup kasat. (YAN).

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here