Jalinsum Rawan, Sniper Jadi Solusi

Posted by on Aug 05, 2013 | Leave a Comment

Jalinsum-Rawan,-Sniper-Jadi-SolusiPenempatan penembak jitu (sniper) di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) untuk menjaga keamanan dijalur utama Sumatera ini dinilai sebagai langkah tepat. Namun, langkah ini diharapkan tidak sebatas wacana saja, tapi segera direalisasikan dan dilakukan pembenahan sistem pengamanan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Sigit Pramono Asri memberi apresiasi terhadap upaya ini, meski seharusnya sudah dilakukan sejak dulu. Dia menuturkan, langkah ini harusnya bisa menjadi terobosan.

“Jangan hanya sebatas gertak sambal, harus dibuktikan,” katanya menanggapi langkah pengamanan yang dilakukan di Jalinsum.

Data yang ada, Jalinsum memang rawan terhadap berbagai kejahatan, seperti perampokan dan penodongan yang menggunakan senjata api (senpi). Misalnya saja, di Labusel, seorang toke getah dirampok kawanan penjahat yang menggunakan senpi. Demikian beberapa jalur lainnya di lintar timur.

Memang, sudah selayaknya di Jalinsum disiapkan sniper yang setiap saat siap melakukan tindakan terhadap para penjahat yang dengan sadis melakukan aksinya.

Apalagi saat menjelang Lebaran seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin penjahat senantiasa mengintai mangsanya. Disaat itu pula diperlukan sniper yang bergerak cepat.

Rugikan Dunia Usaha

Kembali kesoal menjaga keamanan di jalur jalan lintas Sumatera,  Sigit Pramono menambahkan, langkah ini sangat diperlukan agar tidak terus menerus merugikan dunia usaha. Karena dampaknya akan menyebabkan investor merasa nyaman dalam menanamkan investasinya. Jika hal tersebut tidak disikapi, katanya, bukan tidak mungkin para investor menarik sahamnya dari Sumut.

“Kondisi ini nantinya bisa memberikan dampak seperti penggangguran. Bila tidak bekerja, akan mampu memicu terjadinya tindakan kriminal,” imbuhnya.

Oleh karena itu, sambungnya, sebelum sampai pada tahap yang mengkhawatirkan, hal ini harus disikapi secara konsisten. “Harus dilakukan secara konsisten, jangan musiman,” ungkapnya.

Dikatakannya, bila hal ini lebih cepat dilaksanakan akan lebih baik dan tidak membuang kesempatan dan peluang yang ada.

Menurutnya, langkah ini akan diberikan apresiasi sepanjang dalam  penegakannya tidak melanggar hak azasi manusia (HAM). “Jangan ada kepentingan tertentu. Murni penegakan hukum,” tandas politisi dari PKS ini.

Sekedar mengingatkan, para pengusaha yang tergabung dalam Gap­kindo mengeluhkan keamanan di Jalinsum. Akibatnya, pengu­sa­ha harus menanggung kerugian hingga miliaran rupiah dan ancaman pinalty dari perjanjian kontrak  dari buyer luar negeri.

Pada tahun 2011, Gapkindo menerima sedikitnya lima kali peristiwa perampokan karet siap ekspor dan bahan olah karet rakyat (bokar) dari truk pengangkutan dari pabrik menuju Pelabuhan Belawan dengan taksiran kerugian lebih Rp3 miliar.

Sekretaris Eksekutif Ga­bu­ng­an Perusahaan Karet Indo­nesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah sebelumnya menyebutkan, pentingnya menjaga rasa nyaman dan keamanan transportasi di Jalin­sum guna menjaga pemenuhan kontrak penjualan terhadap 54 negara pengimpor karet dari Sumut, di antaranya Jepang, China dan Amerika Serikat.

Namun jika hal tersebut tidak terpenuhi akan menyebabkan ke­ga­galan terhadap pemenuhan kontrak pada akhirnya berpengaruh terhadap hubungan G to G, dan dapat berpengaruh terhadap pencitraan dan martabat kita sebagai produsen karet nomor dua terbesar dunia.

Perampok Tembak di Tempat

Kepolisian Resor Kota Besar Medan memberlakukan tembak di tempat kepada pelaku perampokan yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Penegasan sekaligus warning bagi perampok itu disampaikan langsung Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta.

“Pelaku perampokan janga coba-coba melakukan perlawanan saat akan ditangkap, petugas di lapangan langsung mengambil tindakan tegas. Kalau perlu melakukan tembak di tempat, ” tegas Nico Afinta saat memaparkan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) Toba 2013 di Mapolresta Medan, Kamis sore.

Saat ini, sejak 18 Juli 2013, pihak Polresta menangkap sekira 181 pelaku kejahatan jalanan. 181 tersangka tersebut terbagi dalam 197 kasus.

“Dalam kurun waktu sepekan, pelaksanaan operasi pekat dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, Polresta dan Polsek jajaran telah menangkap 181 pelaku kejahatan jalanan.

Para tersangka yang diamankan ini terlibat berbagai tindak pidana seperti, kasus premanisme, perjudian, pornografi, prostitusi dan miras,” papar Nico.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa ribuan botol minuman keras (miras), alat-alat yang kerap dipakai para preman untuk melakukan aksi kejahatan, VCD Porno dan mercon.

Untuk penanganan kasus premanisme sendiri, Nico menegaskan pihaknya tetap melakukan tindakan persuasif dan akan dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan rasa aman di masyarakat.

“Untuk premanisme sendiri akan kita lakukan penanganan secara terus menerus untuk meningkatkan rasa aman dimasyarakat jelang lebaran nanti,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapoldasu, Irje Pol Syarief Gunawan memberikan warning  kepada seluruh penjahat agar berhati-hati. Dikarenakan pihaknya akan memberikan tindakan yang tegas.

“Bagi para penjahat, tolong hati-hati, saya sudah perintahkan untuk memberikan tindakan tegas. Dan saat ini sudah ada beberapa tim yang berada di lapangan untuk melakukan hal itu,” tegas Kapoldasu.

Menurut Syarief, menjelang lebaran, tingkat kriminalitas di Kota Medan khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya semakin meningkat.

“Insyaallah masih aman saja. Kata yang lama, ngeri-ngeri sedap. Doa rekan-rekan bisa diatasi semuanya tindak kriminalitas,” ujar Syarief.

Selain itu, Syarief juga menegaskan, bahwa  pihaknya akan menindak secara tegas, bila ada anggota polisi di Sumatera Utara ini yang terlibat dengan penyakit masyarakat (pekat-red).

“Jika ada keterlibatan anggota dalam penyakit masyarakat, akan saya tindak. Sekali lagi,  saya akan tindak kalau anggota saya macam-macam,” tegasnya.

Menurut Syarief, tugas seorang polisi adalah menunaikan amanah masyarakat, dan menjalankan perintah dari pimpinan, dalam hal ini adalah Kapolri.

“Harapan masyarakat kan kita ketahui ingin nyaman, aman dan damai.  Hal-hal yang berkaitan dengan masalah penyakit masyarakat akan kita tuntaskan secara bertahap,” ungkapnya. (TIM)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here