Jelang Pemilu, Romi Tertangkap

Posted by on Mar 18, 2019 | Leave a Comment

romiJakarta – KoranAntiKorupsi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuzy alias Romi ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sekitar Hotel Bumi, bilangan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat kemaren dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia padahal pemilu tinggal sebulan lagi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menetapkan tersangka atas kasus tersebut kepada Romi, Sabtu (16/3).

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan Romi diduga terlibat dalam korupsi Sistem Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi di Kantor Kementerian Agama di Jawa Timur. Dalam penangkapan tersebut, Romi juga ditangkap dengan lima orang lainnya di antaranya adalah Haris Hasanudin dan Muhammad Muafag.

“HRS dan MFQ menghubungi RMY untuk proses lelang jabatan tersebut,” kata Laode dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu.

Dalam seleksi tersebut, KPK mengamankan uang Rp156,75 juta.

KPK menyimpulkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam seleksi jabatan 2018-2019. Lembaga itu menetapkan tiga tersangka yakni RMY, HRS dan MFQ. Romi disangkakan Pasal 12 ayat a atau b jo Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan bahwa transaksi kali ini bukanlah yang pertama. “Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut selain lima orang itu ada diamankan pihak lain, akan kami sampaikan tapi yang bisa dikonfirmasi saat ini adalah lima orang diamankan di Jawa Timur kemudian dibawa untuk proses klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut di Polda Jawa Timur,” ucap Febri.

Sementara itu salah seorang saksi mata di sekitar lokasi menceritakan kejadian penangkapan yang dilakukan di depan hotel sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (15/3).

Saksi yang enggan disebut namanya tersebut mengatakan saat kejadian berlangsung ada beberapa orang yang keluar dari tempat parkir hotel. Sesampainya di depan hotel, penangkapan pun berlangsung.

“Sekitar jam 08.00 WIB, ada orang keluar dari hotel. Ada ribut-ribut gitu,” kata saksi tersebut, saat dikonfirmasi pewarta, Jumat (15/3).

Saksi itu juga mengatakan saat penangkapan terlihat ada dua orang yang dikejar oleh sekitar lima orang. Tak butuh waktu lama, dua orang tersebut pun berhasil tertangkap.

Saksi tersebut juga melihat bebarapa orang yang melakukan penangkapan itu tak mengenakan seragam. Mereka, katanya, membawa selembar kertas di tangan.

“Ada dua orang yang ditangkap. Satunya dikekep lehernya, satunya dipegang tangannya gitu,” kata dia.

Namun, si saksi mata tak bisa memastikan siapakah orang yang ditangkap tersebut. Pasalnya, posisinya berada di sisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Basuki Rahmat atau di seberang lokasi kejadian.

Kronologis Penangkapan Romi

Kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur akhirnya disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif dalam konferensi pers di KPK, Jakarta, Sabtu (16/3).

Berawal dari KPK menerima informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi korupsi. Berdasarkan bukti-bukti awal dan informasi tersebut, KPK kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya, Jumat (15/3).

Tim KPK mendapatkan informasi bahwa di tempat itu Romi akan menerima uang dari dua pejabat Kementerian Agama di Jawa Timur.

Informasi awal itu didapat tim KPK pada Jumat pukul 07.00 WIB. Dari sana, tim bergerak ke Hotel Bumi Surabaya, tempat Romi akan menerima uang dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Tim membekuk Muafaq terlebih dahulu pada pukul 07.35 WIB di Hotel Bumi Hyatt. Muafaq ditangkap bersama sopirnya dan seorang caleg DPRD Kabupaten Gresik dari PPP bernama Abdul Wahab.

“Dari MFQ (Muhammad Muafaq Wirahadi), tim mengamankan uang Rp17,7 juta dalam amplop putih,” ujar Laode.

Tim KPK kemudian mengamankan Amin Nuryadin, asisten Romi. KPK menduga Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin menyerahkan uang kepada Romi melalui Amin.

Amin dicokok oleh tim dengan barang bukti kantong kertas berisi uang Rp50 juta. Tak hanya itu dari orang yang sama ini, KPK juga mendapatkan barang bukti uang senilai Rp120 juta.

“Setelah itu tim secara paralel mengamankan RMY (Romahurmuziy) di sekitar kawasan hotel pasa pukul 7.50 WIB,” kata Laode.

Laode mengungkapkan, Romi sempat tidak kooperatif dan berniat melarikan diri saat tahu akan diamankan. “Tim KPK sebenarnya sudah sangat berhati-hati untuk menyampaikan melalui temannya bahwa beliau untuk tidak menimbulkan kegaduhan di restoran tempat sarapan itu untuk diminta keluar dari tempat itu karena ingin bertemu. Tapi memang beliau pergi ke tempat lain bukan datang menemui. Itu juga salah satu bukti bahwa KPK tidak menjebak yang bersangkutan. Tapi akhirnya bisa diikuti,” terang Laode.

Operasi masih berlanjut. Tak sampai satu jam, tim KPK berhasil menciduk Haris di dalam kamar beserta uang senilai Rp 18,85 juta dan kemudian menyitanya.

Setelah semua target ditangkap, KPK lalu membawa mereka ke Mapolda Jawa Timur untuk pemeriksaan. Keenam orang tersebut kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih mendalam. Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 20.13 WIB.

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim KPK mendatangi Kantor Kementerian Agama dan menyegel sejumlah ruangan, di antaranya ruangan Menteri Agama dan Sekjen Kemenag.

Pada pukul 20.30 WIB Sekjen Kemenag mendatangi KPK dilanjutkan proses klarifikasi hingga sekitar pukul 03.00 dini hari.

“Total uang yang diamankan tim KPK berjumlah Rp156.758.000,” ucap Laode.

Dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan Romi sebagai tersangka. Ia diduga sebagai penerima suap dari Haris dan Muafaq. Dua nama terakhir ini juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemenag ini.(INT)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here