JR Saragih ‘Sudah Jatuh Ketimpa Tangga’

Posted by on Mar 19, 2018 | Leave a Comment

Sudah jatuh ketimpa tangga pula itulah yang mungkin dirasakan salah satu calon kepala daerah (KDH) Sumatera Utara JR Saragih yang berencana ikut bertarung menuju SUMUT-1 didukung partai Demokrat, PKB dan PKPI.

Untuk mendapat jabatan tertinggi memang tidak mudah bahkan berbagai carapun ditempuh, mulai dengan jalan baik atau jalan kasar bahkan tidak mungkin dengan jalan salah, yang penting dalam pikiran harus menang.

Menilik kasus dari JR Saragih yang ingin berjuang menjadi sumut-1 memang sungguh tragis, awalnya setelah dia memenangkan gugatannya di Bawaslu dan kemudian mengabulkannya untuk ikut bertarung membuat angin segar bagi dirinya, pendampingnya serta pendukungnya.

Namun lagi-lagi angin yang segar itu berubah sedikit panas setelah penolakan dari KPU Sumut. Bahkan bukan lagi sedikit panas, angin tersebut kemudian sepertinya berubah pula menjadi angin api setelah adanya surat panggilan dari Kepolisian untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan dokumen palsu.

Tidak kepalang tanggung memang derita yang diterima. Namun ini menjadi pelajaran yang berharga kedepan bagi peserta calon KDH yang akan maju bertarung untuk benar-benar mempersiapkan segala perlengkapan perang sebelum maju kemedan laga dan yang paling utama jika tuduhan yang dilabelkan kepada JR Saragih benar adanya juga menjadi pelajaran untuk tidak melakukan segala cara demi sebuah ambisi.

Namun hal tersebut masih dalam dugaan, karena melihat perjalanan hidupnya sebagai anggota TNI dan juga saat ini bupati aktif di Simalungun rasanya tidak mungkin.

Namun semua itu kita serahkan saja ke pihak berwenang, yang penting janganlah pula kita menuduh bahwa Ijazahnya palsu dan tuduhan-tudahan yang tidak pantas disampaikan sebelum pihak pengadilan menyatakan kebenarannya.

Lagi pula yang diduga menjadi pemalsuan adalah tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto pada bagian legalisasi fotokopi ijazah SMA yang digunakan JR Saragih saat mendaftar ke KPU Sumut, belum tentu ijazah aslinya.

Sekali lagi biarlah hukum yang menjadi tombak kebenaran, bukan kita masyarakat yang hanya mendengar, marilah kita kembali menjadi masyarakat yang tidak mudah suujon dan menuduh tanpa dasar bukti, sehingga negeri ini kembali aman dan nyaman untuk ditempati.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here