Jumpa Parulian Panjaitan SH: Bicara Soal RAB Taka da Dana Minyak

Posted by on Jan 14, 2019 | Leave a Comment

Simalungun – KoranAntiKorupsi Beberapa keluhan dari sejumlah Kepala Desa(Pangulu Nagori) di Kabupaten Simalungun,khususnya di Simalungun Bahagian bawah,beraneka ragam dan ceriteranya.Terlebih disaat jelang dan sedang berjalan kegiatan Dana Desa(DD) yang pemanfaatanya terkadang beda dari Kepala Desa yang satu dengan yang lain,walaupun sama jenisnya.

Contohnya  pembangunan Inspratruktur desa yang dikenal dengan jalan Rabat Beton (RB).Mekanisme pembuatan RB ini seperti diakui oleh beberapa Kepala Desa,dan Tim Pengawas Kegiatan (TPK) memang sangat rumit.Selain harus menyediakan mesin molen sendiri,menyediakan pasir,semen,air,batu Shiplit.2×3,(batu krikil pecah) dari pabriken,serta pengawasanya harus ketat dan sesuai dengan RAB,tanpa ada penyimpangan tekhnis.

Seperti disebutkan oleh salah seorang Kepala Desa,di Kecamatan Pematang Bandar, Jumpa Parulian Panjaitan SH,selaku Kepala Desa Talun Madear,mantan seorang Pengacara di Medan belum lama ini kepada wartawan dikantornya.Tanpa disebutkan tanggal dan waktunya,ia didatangi 3 orang laki laki berbadan kekar,pakai jeket hitam,dan mengaku mereka dari salah satu LSM ternama di Simalungun.

Setelah mereka memperkenalkan diri,dan ceritera “ngalor ngidul”, (utara selatan),terutama tentang soal Dana Desa (DD) yang dikaitkan dengan RPJM serta pembangunan di Talun Madear.Lantas ia menanyakan tentang pembangunan inspratruktur Rabat Beton (RB) dan pembuatan Lening cegah banjir,serta bangunan tali air di beberapa titik lokasi di Talun Madear.

Ia langsung menuding bahwa pembangunan Rabat Beton (RB) di Talun Madear,tidak beres dan menyalahi dari ketentuan dari RAB,dan bestek,serta mereka menuding  kepada Kepala Desa Talun Madear melakukan penyimpangan tekhnis Rabat Beton,dan mengancam akan disiarkan ke media online.

Untuk tidak berlama lama,kawan dari LSM tersebut berada di kantor saya,dengan tegas saya jelaskan. “Bahwa saudara saudara menuding saya seperti itu,sangat berlebihan dan salah besar.Sebab,di desa Talun Madear,saat ini tidak ada kami kerjakan atau dibangun inspratruktur atau jalan desa Rabat Beton,(RB),seperti yang saudara sebutkan dan menuding  kepada kami.

Cara anda tersebut,merupakan fitnah dan terkesan hoax,serta rekayasa,ujar Kepdes mantan Pengacara tersebut.
Mendengar jawaban yang dilakukan “sekak kuda dilangkah pertama” tersebut,rekan dari LSM tersebut terfana dan terkesan seperti salah tingkah,dan bingung,kata Panjaitan.

Tidak lama berselang,dalam pertemuan yang saling tegang tersebut,akhirnya mereka berucap.”Sudahlah pak,kami mintak maaf,dan kami segera melakukan investigasi ke desa lain.Karena itu,berilah “dana” minyak,karena untuk persiapan dalam perjalanan tugas kami,kata mereka”,seperti ditirukan Panjaitan.

“Oh,kalau tadi saudara dalam awal bicara menyinggung soal RAB,Rabat Beton,maka dana minyak yang sepecial untuk tamu LSM,tidak ada tertuang dalam RAB.Tetapi,kalau  berbicara soal kebijakan,dan pribadi,hal itu akan dipikirkan”,ujar Panjaitan,dalam sehkak langkah kuda yang kedua.

Mendengar jawaban saya(Panjaitan) seperti itu,tampaknya mereka menyesal ,terlebih salah satu dari mereka bermarga Panjaitan.Sehingga timbul rasa welas kasihan.Lalu,saya kondisikan dan panggil staf saya,untuk bantuan dana minyak kepada tamu yang menyebutkan dari LSM ternama di Kabupaten Simalungun tersebut.Seraya para tamu tersebut  berlalu,meninggalkan lokasi kantor Kepala Desa Talun Madear Kecamatan Pematang Bandar.(ms)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here