Kacabjari Diduga Terima ‘Uang Nego’ dari Pemkab

Posted by on Jun 10, 2013 | Leave a Comment

Kotapinang  РKpkpos  Para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) sepertinya sudah tidak takut lagi dengan penegak hukum, khususnya di lingkungan kejaksaan yang di duga telah terjadi negosiasi dengan Kacabjari Iwan Ginting, seperti ungkapan mantan Kadis PUPE Abdullah Dalimunthe.

“Konfirmasi saja sama Kadis baru, dia lebih baik dari saya. Tidak tahu banyak saya soal nego, udah ya,” jawabnya ketika di tanya proyek amburadul dan terindikasi korupsi pada Selasa pekan lalu melalui telepon seluler.

Dugaan korupsi miliaran rupiah di Labusel berujung nego atau 86 antara Pemkab dengan Kacabjari Kotapinang diperkuat dengan bukti penerimaan fasilitas khusus seperti mobil BK 1030 LS, dan bolakbaliknya para SKPD menemui Iwan. Kacabjari juga di duga bekerjasama dengan oknum LSM dan wartawan yang menjadi tersangka yang statusnya ditangguhkan oknum pelaksana dan PPK dari Dinas PUPE berinisial IM dan D. Dari Dinas Kesehatan, RL dan SR tersangkut tindak pidana korupsi.

Di tanya beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya, Iwan terindikasi korupsi sesuai temuan BPK per 12 Juni 2012 pada mata anggaran 2011 di Pemkab Labusel.

Terdapat 12 item pekerjaan di dinas PUPE Labusel khususnya pengerjaan jalan yang merugikan negara miliaran tapi tidak sesuai spesifikasi pekerjaan dan kelebihan bayar yang melanggar Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah dan Perpres Nomor 29 Tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi.

Hasil audit BPK 2012 lalu merekomendasikan bupati untuk memerintahkan Kadis PUPE agar penyedia barang/jasa memperbaiki ruas jalan yang ketebalan laston masih dibawah persyaratan toleransi pada empat paket pekerjaan senilai Rp 1.865.699.252 dan memerintahkan Kadis serta PPK untuk mengembalikan kelebihan pembayaran sebesar Rp 418. 304.866.

Dari penelusuran wartawan di lapangan 1 pun diantara ke 12 paket proyek tidak ada yang diperbaiki pengerjaannya dan malah mereka asyik di lidik oleh Kacabjari seperti pengaspalan jalan desa Tanjung Selamat menuju desa Perlabian oleh CV.SDR kontrak 042/PPK/KONTRAK/DPUPE-LS/2011 tanggal 05 Agustus 2011 dengan pagu Rp 480.000.000,00 terdapat kesalahan kekurangan LPA (Lapis Pondasi Atas) d hanya 6 cm dari 10cm pada kontrak an LAB (Lapis Aspal Beton) serta uji hasil core drill yang tidak sesuai ketebalan dalam kontrak sehingga merugikan negara.

Dalam hal 12 item temuan BPK ini dalam konfirmasi wartawan dengan kacabjari Kotapinang Iwan Ginting, SH, MH mengatakan ” korupsi itu seperti naik sepeda motor ada yang di tilang dan ada yang tidak, kan ngak semuanya di tilan” ujarnya memberi perumpamaan.

Terkait banyaknya Kacabjari 86 yang di konfirmasi melalui telepon selulernya tidak menjawab begitu juga Kajari Rantauprapat tidak memberikan jawaban. (HAH)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here