Kades Sogae`adu Dilaporkan Ke Kemendes dan BPK Sumut

Posted by on Jul 09, 2018 | Leave a Comment

Nias –KoranAntiKorupsi  Kepala Desa Sogae`adu Kabupaten Nias, Anaria Gea telah dilaporkan BPD dan masyarakat Sogae`adu yang diwakili oleh 16 orang kepada Kementerian Desa RI, Bupati Nias cq Kepala Dinas PMD, Inspektorat, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Kapolres Nias tertanggal 23 Maret 2018.

Anaria Gea dilaporkan atas dugaan berkolusi dengan Tim Pengelola dana APBDes Sogae`adu tentang penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2017 sehingga pembangunan Gedung Balai Pelatihan Masyarakat Desa Sogae`adu tidak kunjung selesai dan saat ini terbengkalai.

Dari penjelasan salah seorang pelapor kepada wartawan mengatakan, berdasarkan gambar/rencana kegiatan yang diserahkan oleh pemerintah desa Sogae`adu kepada pihak BPD yang turut ditanda tangani Kasi Kesejahteraan Pelestarian Adat dan Budaya Desa Sogae`adu dan Kades Sogae`adu bahwa biaya untuk pembangunan Gedung Balai Pelatihan Masyarakat Desa Sogae`adu senilai Rp 493.465.000. Namun sayangnya hingga kini pembangunan tersebut tidak juga selesai dikerjakan.

Sementara dugaan adanya tindakan korupsi menurut pelapor disebutkan seperti pada pengadaan bahan material batu yang mana didalam RAB tertera Rp 300.000/kubik tetapi yang dibayarkan cuma Rp 133.000, kemudian pasir pasangan tertera didalam RAB Rp 280.000, tetapi yang dibayar hanya Rp 133.000, harga krikil didalam RAB Rp 260.000, dan yang dibayarkan hanya Rp 133.000, menurut pelapor harga ini didapat mereka dari pengantar bahan tersebut kelokasi dimana sistem pembayaran dilakukan setelah barang sampai dilokasi.

Selain itu dikatakannya lagi dalam program APBDes ini sebenarnya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat terutama dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa, tetapi sepertinya pengelolaan APBDes Sogae`adu justru memberdayakan tim dan oknum Kades hal ini terlihat dari pekerja harian yang seyogianya adalah semuanya langsung dilakukan warga tetapi oleh oknum Kades tersebut malah memprioritaskan alat molen. Kami meyakini bahwa SPJ yang dibuat oleh Kades Sogae`adu bersama Tim APBDes diduga banyak yang direkayasa sehingga diduga kuat perbuatan mereka telah melanggar Pakta Integritas pelaksanaan APBDes Desa Sogae`adu Tahun Anggaran 2017, ujarnya.

Tindakan oknum Kades dan Tim APBDes Desa Sogae`adu jelas-jelas telah bertolak belakang dengan harapan maupun tujuan pemerintah pusat yang mengucurkan anggaran ini.

Kepala Inspektorat Kabupaten Nias, Drs F.Lahagu yang dikonfirmasi wartawan belum lama ini mengakui bahwa laporan masyarakat Desa Sogae`adu sedang dalam proses. Kita prioritaskan dulu pemeriksaan terhadap laporan masyarakat yang kita terima sebelumnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang pegawai Inspektorat Kab Nias yang mengakui bahwa pihak BPK Provinsi Sumatera Utara telah menyurati Inspektorat Kabupaten Nias tentang sejauhmana realisasi penanganan laporan masyarakat Desa Sogae`adu. Namun menurut sumber bukan tidak diproses laporan tersebut tetapi karena banyaknya pengaduan masyarakat yang masuk di Inspektorat sehingga proses pemeriksaan kasus ini terpaksa antrian ditambah lagi pegawai pemeriksa di Inspektorat Kabupaten Nias sangat kurang, ujarnya.

Sementara itu, laporan masyarakat Desa Sogae`adu bersama masyarakat tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak Polres Nias sebagaimana surat Kapolres Nias Nomor:B/578/IV/RES/3.3./2018/Reskrim tanggal 25 April 2018 yang ditujukan kepada Sokhiwolo`o Waruwu dan menurut pihak Polres Nias kasus tersebut akan dilanjutkan menunggu hasil audit yang dilakukan oileh pihak Inspektorat Kabupaten Nias.

Kepala Desa Sogae`adu yang hendak dikonfirmasi tidak berhasil dijumpai dikantornya dengan alasan sangat sibuk. Dari informasi yang beredar Kades Sogae`adu kabarnya mengaku tidak pernah gentar menghadapi tantangan dari warganya karena dibecking oleh oknum pejabat teras dilingkungan pemerintah Kabupaten Nias.(Tim)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here