Kadis Pendidikan Palas Diminta Mundur

Posted by on May 08, 2017 | Leave a Comment

Palas – Kpkpos Puluhan mahasiswa yang mengatas­na­makan Aliansi Mahasiswa Padanglawas (AMP) kembali melakukan aksi ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Kajari Padanglawas (Palas), Kamis (4/5).

Massa tersebut mendesak Abdul Rahim selaku Kadis Pendidikan Palas untuk mundur dari jabatannya. Mereka menuding Abdul Rahim selama menjabat sebagai kepala dinas banyak melakukan pelang­garan dan kebijakan yang tidak memiliki dasar hukum. Di antaranya penyaluran beasiswa kepada mahasiswa Palas bersum­ber dari dana APBD yang tidak mencer­min­kan asas keadilan dan bijaksana. Se­hingga terkesan pilih kasih dan nepotisme.

Dalam aksi yang mendapat pengawalan ketat dari Satuan Polisi Pamong Praja setempat, sempat bersitegang dengan Satpol PP dan aparat Polsek Barumun ketika massa ingin memaksa masuk dan menyegel ruang Kepala Dinas Pendidikan. “Kami minta Kadis Pendidikan mundur sekarang juga, jangan ajari kami berbuat yang tidak baik di daerah ini,” kata salah satu koordinator aksi.

Hingga aksi berakhir di kantor Dinas Pendidikan tidak ada satupun pejabat dinas tersebut yang menerima pengunjukrasa. Akhirnya mereka menyegel pintu masuk Kantor Kadis Pendidikan dan bergerak menuju Kantor Kajari.

Sama seperti di Kantor Dinas Pendi­dikan, massa yang sudah mulai gerah karena tidak mendapat sambutan dari pejabat setempat, meminta Kajari Palas untuk memproses pengaduan mereka beberapa hari yang lalu terkait dugaan pelanggaran hokum yang dilakukan Kadis Pendidikan.

“Kami minta Kejaksaan Negeri Padang­lawas jangan tutup mata terhadap laporan dugaan korupsi yang telah kami laporkan ke lembaga ini,” ujar Imam Sahala koor­dinator aksi.

Mereka menilai, hingga kini laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti pihak Kejari Palas. Hal itu menimbulkan kesan kasus yang dilaporkan tersebut ditutup tutupi oleh pihak kejari. Berdasarkan hal itu AMP menilai Kejari Palas cenderung mandul atas penanganan indikasi tindakan pidana korupsi di daerah Palas.

Aksi unjuk rasa AMP itu berakhir karena tidak adanya tanggapan dari pihak Kejari Palas. Sebelum beranjak dari lokasi tersebut, mereka mengatakan akan terus melanjutkan aksi ke gedung DPRD Palas.

Kajari Palas yang dihubungi melalui Kasi Intelijen Dafit Riadi terkait aksi massa tersebut menyesalkan adanya tindakan mahasiswa yang menjurus anarkis dengan merusak pagar kantor Kajari. Mestinya kalau demo, ya demo sajalah, tidak usah berbuat anarkis,” ujarnya.(ADC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here