Kadishub Samosir Jadi Tersangka

Posted by on Jul 02, 2018 | Leave a Comment

Kasus KM Sinar Bangun

Medan – KoranAntiKorupsi Polda Sumut resmi menetapkan Kadis Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan sebagai tersangka baru kasus  tenggelamnya KM Sinar Bangun. Namun, Polda belum melakukan penahanan dengan berbagai pertimbangan. Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian menyebut penahanan tersebut bergantung hasil  penyidikan yang dilakukan.

“Masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyidik sebelum mempertimbangkan perlu-tidaknya  seseorang ditahan,” kata Andi kepada wartawan, Kamis (28/6).

Dia juga menyatakan, tidak menutup kemungkinan bertambahnya tersangka lainnya mengingat kasus ini masih berjalan.

Senada dengannya, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan penahanan seorang  tersangka itu mutlak menjadi kewenangan penyidik. “Bisa ditahan, bisa juga tidak. Semua tergantung kewenangan penyidik. Kalau tidak ditahan pasti ada pertimbangannya,” ujarnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengakui, Kadis Perhubungan Samosir telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun. Selanjutnya, penyidik akan memanggil dan memeriksa Nurdin Siahaan. “Kemungkinan, bisa saja ditahan,” kata Tatan.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, ditemukannya kelalaian dalam melakukan pengawasan.

“Memang arahan pasti ada kesana (tersangka). Karena berkaitan dengan kewenangan dan tanggungjawab termasuk kelemahan dalam pengawasan,” ungkapnya, Selasa (26/6) lalu.

Paulus menduga, unsur kelalaian itu terjadi, karena tidak berjalanannya regulasi yang seharusnya menjadi ketetapan dalam keselamatan penumpang. “Seharusnya regulasi itukan di cek and ricek kemudian diawasi. Tapi nampaknya itu semua sebagaimana dugaan penyidik tidak diatur didalam regulasi itu sendiri,” katanya.

“Larangan itu ada, batasan itu ada, tapi mereka tidak melarang dan memberikan pengawasan secara ketat sesuai dengan fungsinya masing-masing,” sambung Paulus. Paulus mengakui, jika selama ini pengawasan terhadap perkapalan di Danau Toba masih lemah. Itu dikatakannya, setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan dinas, pemilik kapal dan regulator ada banyak persoalan dalam pengangkutan. “Misalkan saja kapal sejenis 17 GT tidak boleh mengangkut sepedamotor. Tapi kenyataanya, sarana dan  prasarana cuma itu,” terangnya.

Namun begitu, kata Paulus, seluruhnya menyerahkan kepada proses pengadilan untuk mengungkapnya. “Saat ini, sudah 10 sampai 16 orang yang kita periksa sebagai saksi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Sumut telah menetapkan nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua  Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang, sebagai tersangka. (DA)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here