Kantor KPU Dikuasai Massa, Sejumlah Kotak Suara Hilang

Posted by on Jul 02, 2018 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Sumatera Utara (Sumut) ternyata tidak sepenuhnya aman dan kondusif. Buktinya di Tapanuli Utara (Taput). Pelaksanaan Pilkada di daerah itu diwarnai kerusuhan.
Massa menduduki dan menguasai kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Sejumlah kotak suara hilang. Sementara para Komisioner dan Staf KPU di sana takut masuk kantor dan berlindung di Mapolres Taput.

“Beberapa kotak suara sudah hilang di sana, komisioner KPU di sana sudah tidak berani masuk ke kantor. Informasinya malah mereka sudah di Polres mencari perlindungan,” kata Komisioner Divisi Hukum KPU Sumut Iskandar Zulkarnain kepada wartawan di Medan, Kamis (28/6).

Menurut Zulkarnain, aksi massa menguasai Kantor KPU Taput, karena massa menuding adanya kecurangan terkait pemilihan bupati-wakil bupati di daerah itu yang pelaksanaannya serentak dengan Pilgubsu, Rabu (27/6).

KPU Sumut, lanjutnya, sangat menyesalkan tindakan massa yang diduga membuat kerusuhan tersebut. Tindakan massa itu tentu menjadi konflik dan mengindikasikan rawannya kekondusifan penyelenggaraan Pilgubsu di daerah itu.

Untuk itu pihak kepolisian di Taput diminta segera bertindak mengatasi kerusuhan di sana. Kepolisian Daerah Sumatera Utara diminta serius mengendalikan situasi dan mengamankan konflik Pilkada,  tegas Iskandar.

Iskandar juga mengungkapkan hingga saat ini hasil hitungan suara  Pilgubsu di Kabupaten Taput baru hanya 17 persen yang masuk ke KPU. Sementara daftar pemilih tetap (DPT) di kabupaten itu sekitar 200 ribuan.

“Konflik Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Taput berimbas kepada terhambatnya proses penghitungan hasil suara Pilgubsu. Beberapa kotak suara sudah hilang di sana,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sampai saat ini seluruh Komisioner dan Staf KPU Taput masih berada di Polres. Mereka takut masuk kantor karena belum ada jaminan keamanan dari Polres Taput terkait keselamatan mereka.

Seperti di Kecamatan Siborongborong, dan di Kecamatan Tapanuli Utara, petugas kecamatan di sana pun diserang, sehingga distribusi surat hasil penghitungan suara dari kecamatan ke kabupaten terhalang.

Iskandar berharap kepolisian secepatnya turun ke lokasi untuk mengamankan Kabupaten Taput agar semuanya kembali kondusif dan proses perhitungan suara dapat dilanjutkan dan sesuai jadwal.

Nikson-Sarlandy

Sementara itu hasil sementara Pilkada Taput, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 1 Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat unggul menurut versi perhitungan sementara desk pilkada setempat dengan mengantongi total perolehan suara sebanyak 69.408 suara atau 46,12 persen dari total suara sah sebanyak 150.491 suara.

Perolehan suara tersebut mengalahkan pesaingnya, pasangan nomor urut 2 Taripar-Frengky yang berada di peringkat kedua dengan perolehan 61.317 suara atau 40,74 persen, diikuti perolehan suara pasangan Christmanto-Hotman sebanyak 20.022 suara atau 13,30 persen.

Data ini diperoleh desk pilkada dari perhitungan suara yang dilakukan di 626 TPS. Sebab, perhitungan suara di satu TPS lainnya, yakni TPS 1 Desa Janji Natogu, Kecamatan Pahae Julu, terpaksa dibatalkan penyelenggara setelah terdapat selisih satu surat suara lebih atas jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih.

Dalam data tersebut, partisipasi pemilih berada pada angka 77,19 persen atau 152.435 pemilih dari total jumlah pemilih terdaftar sebanyak 197.479, dengan jumlah surat suara rusak sebanyak 1.944 surat suara atau 1,28 persen.

Berdasarkan pemetaan perolehan suara, Nikson-Sarlandy unggul di 10 kecamatan, masing-masing di Kecamatan Adiankoting, Parmonangan, Pagaran, Siborongborong, Muara, Pangaribuan, Garoga, Pahe Julu, Pahae Jae, serta Kecamatan Simangumban.

Pasangan nomor urut 1 itu dipetakan kalah di 5 kecamatan lainnya, yakni di Kecamatan Tarutung, Siatasbarita, Sipoholon, Sipahutar dan Kecamatan Purbatua.

Perolehan suara pasangan Nikson-Sarlandy versi desk pilkada menunjukkan perbedaan dengan rilis data center pemenangan pasangan tersebut yang membukukan perolehan 68.265 suara atau 43,08 persen, diikuti pasangan Taripar-Frengky sebanyak 59.044 suara atau 37,26 persen, serta perolehan suara pasangan Christmanto-Hotman 31.152 suara atau 19,66 persen, dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 158.461 pemilih. (ADLS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here