Kasus Dugaan Korupsi DD Hiligodu Somolo-molo Terkuak

Posted by on Feb 18, 2019 | Leave a Comment

Camat-Solomolo-Molo,Falolosa-LaoliNias – KoranAntiKorupsi Sebagaimana pemberitaan media ini sebelumnya bahwa kasus dugaan kecurangan pada pelaksanaan Dana Desa (DD) Hiligodu Somolo-Molo Kecamatan Somolo-Molo Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 993 juta kembali mencuat kepermukaan. Sejumlah tokoh masyarakat,tokoh adat dan aparat pemerintahan desa mulai mengungkapkan ketidakberesan pelaksanaan DD tersebut.

Sekretaris Desa Hiligodu Somolo-Molo, Falalini Lawolo ketika diminta tanggapannya baru-baru ini membenarkan adanya ketimpangan kegiatan Dana Desa di Desa Hiligodu Somolo-molo yang dilaksanakan oleh TPK, Masudin Giawa bersama Kepala Desa, Setia Lawolo yang menyebabkan terkendalanya penyelesaian pekerjaan DD hingga saat ini.

Dikatakannya, pada tanggal 5 Februari 2019 yang lalu di Kantor Desa Hiligodu Somolo-Molo Ia bersama masyarakat telah menyampaikan beberapa keluhan kepada Camat Somolo-Molo, Fatolosa Laoli bahwa selaku Sekretaris Desa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan tersebut kecuali pada waktu penarikan dana di Bank Sumut Gunungsitoli.

“Terus terang saya tidak tahu menahu progres kegiatan Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo. Bahkan saya menduga dalam kegiatan DD Hiligodu Solo-Molo banyak tanda tangan masyarakat yang disinyalir telah dipalsukan oleh Tim untuk memuluskan pencairan dana,” ujar Sekdes kecewa.

Namun pada kesempatan itu Camat Somolo-molo yang berlatar belakang guru itu tidak bisa memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah, namun salah seorang warga menyebutkan bahwa camat pada pertemuan itu cuma mengelus-elus punggung Sekdes agar sabar, ucap sumber.

Korupsi berjamaah dalam pelaksanaan Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo TA 2018 terkesan sudah membudaya, seperti yang diungkapkan oleh Tandrasokhi Lawolo selaku ketua RW Dusun 3 Hiligodu Somolo-Molo bahwa Bendahara Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo langsung melakukan pemotongan insentifnya dari Rp 1,2 juta setahun sedangkan yang dibayar cuma Rp 480.000 demikian juga insentif RT dari Rp 1,2 juta setahun hanya dibayar Rp 480.000. Anehnya Linmas Detirman Lawolo yang sudah 6 bulan merantau dan masih belum kembali sejak bulan Juli hingga Desember 2018 masih dibayar bendahara melalui orangtuanya Rp 1,5 juta, “ini tentu saja ada dugaan kong kali kong,” katanya.

Dugaan korupsi lain juga sepertinya terjadi seperti dilakukan oleh TPK bersama anggotanya dan oknum Kades tetapi tidak terungkap karena seluruh personil yang diangkat oleh Kades adalah sanak keluarganya.

Camat Somolo-Molo, Fatolosa Laoli ketika hendak dikonfirmasi wartawan di sela-sela pelaksanaan Musrenbang di Kantor Camat Somolo-Molo belum lama ini tidak berhasil ditemui dan sepertinya sengaja menghindar.

Kepala BPM Kabupaten Nias melalui anggotanya Toharudin yang dikonfirmasi wartawan di kantornya minggu lalu mengatakan kasus Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo akan segera ditindaklanjuti. Namun hingga berita ini turun kembali belum ada tanda-tanda tindaklanjut.

Dalam RKPD TA 2018 Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo dianggarkan Dana Rp 993juta lebih yang konon akan dimanfaatkan untuk membangun (pengerasan) jalan dari Dusun I menuju Dusun 3 di Desa Hiligodu Somolo-molo sepanjangkurang lebih 550 meter dan 1 unit gorong-gorong. Kemudian di Dusun 2 Desa Hiligodu Somolo-molo menuju Desa Mo’asio Kecamatan Idanogawo sepanjang 800 meter ditambah 2 unit duiker plat. Tetapi hngga saat ini belum siap meskipun sudah memasuki bulan Feb 2019.

Masyarakat Hiligodu Somolo-Molo mengharapkan kepada Bupati Nias Sokhiatulo Laoli dan Wabup Arosokhi Waruwu untuk menindaklanjuti kasus Dana Desa Hiligodu Somolo-Molo agar kasus ini tidak semakin bergejolak ditengah-tengah masyarakat. (Yagi/AL/FL)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here