Kasus Suap Bupati Boolang Mongondow, KPK Perpanjang Penahanan Tersangka

Posted by on Jan 08, 2018 | Leave a Comment

Jakarta – Kpkpos Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan terhadap politikus Golkar, Aditya Anugerah Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono. Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait putusan banding terhadap terdakwa Marlina Moha Siahaan, mantan Bupati Boolang Mongondow yang juga ibunda Aditya Moha.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyatakan, masa penahanan kedua tersangka diperpanjang selama 30 hari terhitung sejak 5 Januari. Dengan demikian, keduanya bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 3 Februari 2018 mendatang.

“Terhadap keduanya (Aditya Moha dan Sudiwardono) dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan terhitung dari 5 Januari 2018 sampai 3 Februari 2018, yaitu terhadap tersangka SDW (Sudiwardono) dan tersangka AAM (Aditya Anugrah Moha),” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/1).

Dalam kasus ini, Aditya diduga memberikan suap sebesar SGD 64.000 kepada Sudiwardono. Suap itu diberikan untuk memengaruhi putusan banding perkara korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) ?dengan terdakwa Marlina selaku Bupati Boolang Mongondow periode 2001-2006 dan 2006-2011. PN Manado sebelumnya menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara terhadap Marlina.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Aditya selaku tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara sebagai tersangka penerima suap, Sudiwardono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(SP/IN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here