Kecelakaan Maut di Bireuen Enam Warga Medan Jadi Korban

Posted by on Jul 16, 2018 | Leave a Comment

Kecelakaan-MautBireuen – KoranAntiKorupsi Kecelakaan maut lalu lintas terjadi selasa pekan lalu di Bireuen mengakibatkan sekeluarga warga Medan sumut menjadi korban. Dikabarkan pasca kejadian dari 6 orang penumpang mini bus avanza, 3 diantaranya meninggal dunia termasuk sopir, sedangkan 3 lainya dalam kondisi kritis ketika dibawa ke rumah sakit terdekat.kecelakaan terjadi antara mobil avanza  dengan dumptruck Intercooler di kawasan Desa Blang Kubu, Peudada kabupaten Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SH melalui Kapolsek Peudada, Iptu Hadriman mengatakan mengutip informasi dari sejumlah warga bahwa Avanza BK 1763 EQ datang dari arah Bireuen menuju Banda Aceh, sedangkan dumptruck Mitsubishi Fuso BL 8898 Z disopiri Usman Ismail (32), warga Desa Abeuk Usong, Jeumpa, sedang melaku dari arah berlawanan.setiba di kawasan itu diduga Avanza hendak mendahului sebuah kendaraan di depannya yang melintas searah dengan berjalan di lajur kanan melewati garis as (marka) jalan.

Bagian depan mobil tersebut langsung bertabrakan dengan bagian depan mobil truk tronton itu.Sopir truk sepertinya berupaya mengantisipasi tabrakan itu dengan mengerem kuat. Ini terindikasi dari bekas ban yang terlihat jelas di aspal. Tapi tabrakan tak dapat dihindari.

Dari Instalasi Gawat Darurat RSUD Bireuen, sopir dan seorang penumpang yang masih kecil meninggal dunia, masing-masing Zulfikar (28) dan Tasya (2) serta Syahreza (22). Semuanya beralamat di Jalan Muhammad Yamin, Medan, Sumatera Utara. Syahreza meninggal di rumah sakit sekitar pukul 14.00 WIB.

Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Bireuen untuk mendapat penanganan maksimal. Lokasi tabrakan itu tidak jauh dari simpang maut Peudada dan berjarak sekitar 1 km arah timur dari Keude Peudada.

Sedangkan tiga korban lainnya dalam keadaan kritis dirawat di IGD RSUD Bireuen. Dari informasi berbagai nara simber menyebutlkan penumpang Toyota Avanza satu keluarga berjumlah enam orang, yaitu M Syahroni (27) dan istrinya, Rizki Amanda (22), Reza (22), adik Roni, Asyifa (5), dan Tasya (2). Keenamnya beralamat di Jalan Muhammad Yamin, Medan. “Dua orang meninggal, empat lainnya luka berat,” ujar tenaga medis RSUD Bireuen.

Kacab Jasa Raharja Bireuen, Ade Derajat dan angggotanya bersama anggota Satlantas hadir ke rumah sakit melihat kondisi korban. Ketiga korban dalam keadaan kritis. “Seluruhnya satu keluarga, mereka dari Medan tujuan Banda Aceh,” kata seorang anggota lalu lintas.

Belasan anggota Satlantas Polres Bireuen serta anggota polsek mengatur arus lalulintas dan mendatangkan satu unit alat berat untuk memindahkan dua kendaraan yang tabrakan itu agar arus lalu lintas kembali lancar. (Yan)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here