Kegiatan Ramadhan Fair Dikritik

Posted by on Jul 29, 2013 | Leave a Comment

Medan – Kpkpos  Kegiatan Ramadhan Fair sebagai syiar Islam yang sudah menjadi program Pemko Medan sebagai kelender tahunan setiap bulan suci Ramadhan, dalam pelaksanaannya yang kesepuluh ini mendapat kritikan dari empat elemen mahasiswa yakni, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Medan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (IMMAH) dan Himpunan Mahasiswa Islam. Kritik  dan masukan ini disampaikan saat audensi ke balai Kota Medan, Selasa, diterima Plt Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi.

Ketua PMII Andi Harumunan didampingi ketua IMM Abdullah Harahap, ketua HIMMAH Nurul Yakin Sitorus dan ketua HMI Hendra Hidayat, dalam audensi tersebut menjelaskan, kunjungan ini selain silaturahmi juga memberikan masukan dan buah fikir kepada pemerintah Kota Medan selaku penanggung jawab kegiatan Ramadhan Fair, yang dinilai kegiatan Ramadhan fair ini perlu dievaluasi, dimana kegiatan tersebut  tujuan nuansa ramdhannya belum tercapai, kegiatan ini lebih menonjolkan ekonomi dan layaknya seperti pasar malam.

Menurutnya,  Ramadhan Fair yang digaungkan untuk ikon Kota Medan menjadi kehilangan identitas nuansa Ramadhan, dan nilai-nilai relegius yang seharusnya ditonjolkan menjadi tereleminir, lebih menonjolkan peningkatan ekonomi, sementara banyak pengunjung yang berbuka tetapi mereka tidak menunaikan sholat magrib, padahal masjid sangat dekat dilokasi tersebut.

“Ini sebagai masukan agar kedepan Ramadhan Fair menghidupkan budaya relegi, karena kita melihat budaya relegius tersebut tidak ada lagi, dan kami sebagai empat elemen mahasiswa saat ini sedang melakukan road show safari Ramdhan di  tengah-tengah masyarakat Kota Medan, “ ujar Andi Harumunan.

Plt Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi sangat berterima kasih atas kunjungan empat elemen mahasiswa ini, dan semua masukan ini sangat berharga untuk suksesnya Ramadhan Fair.

“Masukan ini akan menjadi acuan kedepannya untuk menjadikan kegiatan Ramadhan Fair betul-betul memiliki makna relegius,” ujarnya. (VIN)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here