Kejari Tahan Mantan Rektor Universitas Syahkuala

Posted by on Sep 30, 2013 | Leave a Comment

Banda Aceh – Kpkpos KejaksaanNegeri (Kejari) Banda Aceh, Selasa pekan lalu menahan tiga tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) program beasiswa Pemerintah Aceh di Unsyiah sebesar Rp 3,6 miliar dari APBA 2009-2010. Ke¬tiga tersangka-termasuk mantan rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud ditahan selama 20 hari di Rutan Banda Aceh, Gampong Kajhu, Aceh Besar.

Selain Darni Daud, JPU juga menahan mantan dekan FKIP Unsyiah Prof Dr Yusuf Azis, dan mantan kepala Keuangan Program Cagurdacil, Mukhlis. Proses pemeriksaan berkas ketiga ter¬sangka secara tertutup dari tim penyidik Kejati Aceh ke tim JPU Kejari Banda Aceh berlangsung sekitar lima jam.

Darni didampingi pengacaranya, Amin Said SH dan tersangka Yusuf Azis serta Mukhlis didampingi Darwis SH, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh, Husni Thamrin SH kepada wartawan mengatakan, penahanan ketiga tersangka sesuai KUHAP, yaitu untuk mempermudah dan mem¬perlancar prosessidang, dikhawatirkan memen¬garuhi saksi, tak melarikan diri, tak mengulangi perbuatan, dan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

“Meski sesuai ketentuan UU, penahanan ini bisa diperpanjang, tetapi dalam waktu secepatnya akan kami limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Banda Aceh. Kami sudah membentuk dua tim berjumlah 10 orang JPU dan Kejati danKejari Banda Aceh untuk menangani perkara ini,” kata Kajari.

Ditanya peran masing- masing tersangka, Kajari men¬gatakan Darni yang menjabat rektor ketika itu selaku penanggungjawab program bea¬siswa calon guru daerah terpencil dan Jalur Pengemban¬gan Daerah (JPD) bersumber APBA 2009-2010 sekitar Rp 17,6 miliar.

Darni dalam pengelolaan beasiswa JPD, ‘ada yang tak sesuai peruntukannya sehingga menimbulkan kerugian negara Rp 17,6 miliar lebih. Sedangkan Prof Yusuf dan Mukhlis, menurut Husni Thamrin ada double pencairan dalam program cagurdacil antara dana Pemerintah Aceh dengan DIPA Unsyiah sehingga merugikan negara Rp 1,8 miliar lebih.

“Rp 1,5 miliar sudah kami sita dari brankas Mukhlis. Total kerugian negara dan kedua pro¬gram beasiswa ini Rp 3,6 mil¬iar lebih sesuai hasil audit BPKP Aceh,” ungkap Kajari.

Sebelumnya, 22 April 2013, Tim Kejati Aceh mene¬tapkan ketiganya tersangka dalam perkara ini. Kemudian mereka juga sudah dicegah tangkal (cekal) ke luar negeri selama enam bulan mulai 7 Mei 2013.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here